Setelah Orangtua dan Adik Meninggal, Seorang Dokter di Bangkalan Juga Meninggal Dunia

Foto : dr Anang Eka Kurniawan. 
1504
ad

MEMOonline.co.id, Bangkalan - Dunia medis kembali berduka, setelah salah satu dokter senior meninggal beberapa waktu lalu, kini dokter Anang Eka Kurniawan meninggal dunia. Ia meninggal dunia usai kedua orangtua dan adiknya meninggal dunia beberapa hari yang lalu. 

Sebelumnya,kedua orangtua dan adik dari dokter Anang diketahui terinfeksi Covid-19 hingga akhirnya meninggal dunia. Namun, belum diketahui secara pasti penyebab meninggalnya dokter yang bertugas di puskesmas Socah ini. 

Kepala puskesmas Socah, dr Anita Oktavian mengatakan, ia baru mendapat kabar duka tersebut dari istri almarhum pada pukul 9.30 tadi pagi, (19/6/2020). Ia pun gak mengetahui secara pasti penyebab kematian dari dr Anang. 

"Kami belum mendapat informasi pasti, namun dari hasil rapid tanggal 12 kemarin hasilnya negatif," ucapnya.

Diketahui, dr Anang merupakan anak pertama dari pasangan Suwito salah satu perawat di Sampang dan Sri Rahayu seorang bidan di Sampang yang terlebih dahulu meninggal karena terinfeksi Covid-19. Setelah kedua orangtua meninggal, sang adik dr Deny yang bertugas di Sampang turut menyusul. 

Pasca kepergian 3 anggota keluarganya, dr Anang tidak masuk kantor dan dalam kondisi berkabung. Dokter berusia 40 tahun ini diduga sangat terpukul dengan kepergian tiga anggota keluarganya tersebut.

"Iya, beliau tanggal 5 terahir melakukan pelayanan. Setelah itu tidak masuk sebab dalam kondisi berkabung. Orangtuanya dan adiknya meninggal dunia," tambahnya. 

Diketahui, dokter Anang sudah mengabdikan dirinya sebagai tenaga medis di Puskesmas Socah selama 10 tahun. Ia diketahui memiliki 3 orang anak dan berdomisili di Surabaya. 

Sementara itu, Kepala dinas kesehatan, Sudiyo mengatakan dr Anang meninggal dunia di Surabaya. Namun, ia juga belum mendapat informasi pasti penyebab kematian dokter tersebut. 

"Kami belum mendapat informasi pasti, sebab hasil belum dikirim ke kami. Almarhum meninggal di Surabaya, untuk informasi lebih lanjut kami belum tau karena selama ini tertutup," singkatnya.

Sementara itu, Hariadi salah satu rekan dr Anang mengatakan, penyebab kematian diduga tidak disebabkan oleh Covid-19. Menurut informasi yang ia terima, dr Anang mengalami stress setelah ditinggal oleh 3 anggota keluarganya. 

"Saya dapat info, beliau stres dan tidak makan selama 3 hari pasca kepergian 3 anggota keluarganya," pungkasnya. (Julian)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Bangkalan - Kasus kekerasan terhadap perempuan belakangan marak...

MEMOonline.co.id, Sumenep - Penanganan kasus dugaan korupsi yang melibatkan seorang teller...

MEMOonline.co.id, Bangkalan - Anggaran pendampingan korban kekerasan bagi anak dan perempuan di...

MEMOonline.co.id, Kota Batu - Hari ini, Sabtu (11/7/2020) pagi, tepatnya di Jalan Raya Tlekung, No.315, Kecamatan...

MEMOonline.co.id, Sampang - Madrasah akan memulai tahun pelajaran 2020/2021 mulai 13 Juli...

Komentar