Rekom Partai Berpindah, Dukungan Loyalis Hairul Anwar Diragukan ke Fauzi - Eva di Pilkada Sumenep 2020 

Foto: Hairul Anwar, pengusaha muda Sumenep
205
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Meski secara garis besar kepartaian, DPP PAN sudah menelorkan rekom ke salah satu kandidat yakni Fauzi - Eva di Pilkada Sumenep 2020, dan membuang Hairul Anwar yang sebelumnya mendapat rekom untuk maju sebagai bacawabup di Pilkada Sumenep 2020, namun hal itu tidak serta merta ikut merubah dukungan loyalis fanatik Hairul Anwar ke Fauzi - Eva.

Apalagi ditambah sikap tegas Ketua Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM-PAN) Sumenep, Hairul Anwar yang menyatakan tak ada urusan lagi dengan PAN, berbuntut panjang.

Sehingga, dukungan loyalis Hairul Anwar, diragukan atau bisa dipatikan tidak sama dengan pilhan partai, di pilkada Sumenep 2020.

Bahkan setelah Hairul Anwar mengindikasikan hengkang dari barisan PAN, terutama di Pilkada Sumenep. DPW PAN Jatim, DPD, dan Fraksi PAN Sumenep diberitakan menggelar konsolisadi di Surabaya.

Dan dalam konsolisadi ya digelar para petinggi partai besutan Amin Rais tersebut, mereka membuat pernyataan bersama bahwa PAN solid mendukung 'jagoan' yang diamatkan dalam surat rekomendasi DPP PAN, yakni Bacabup-Bacawabup Achmad Fauzi-Dewi Kholifah.

Tetapi langkah PAN tersebut oleh Hairul Anwar disebut sebagai langkah panik. Sebab, dengan hengkangnya Hairul Anwar diprediksi akan diikuti sebagian besar kader PAN sendiri yang masih memegang etika politik bermartabat.

"Jika memang PAN solid mendukung Achmad Fauzi-Eva, ngapain capek-capek ada acara konsolidasi dan menyatakan dukungan?," kata Hairul menanggapi perkembangan politik internal PAN, Selasa (16/6/2020).

Menurut Ketua PSSI Sumenep ini, kondisi PAN hari-hari ini cukup menjawab realitas bahwa rekom DPP PAN ke salah satu calon hanya berupa bungkusnya saja, sementara isinya tidak ikut.

"Sudah jelas kok bagaimana di internal PAN Sumenep, kepada siapa mayoritas suara dukungan. Sehingga bukan rahasia lagi jika PAN pasti akan menanggung konsekuensi politik dari etika politiknya sendiri," bebernya.

Pengusaha sukses yang kini jadi Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Sumenep ini mengaku tidak lantas 'ge-er' (percaya diri) dengan pengaruhnya. Hanya saja ia menyebut, setiap keputusan politik pasti ada konsekuensinya.

"Saya ini bukan apa-apa lho. Jadi ngapain harus dicounter sedemikian rupa. Kecuali memang PAN terancam jadi kapal tak berpenunpang," sergahnya.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Koordinator DPC PAN Sumenep, Kaprawi Santoso seolah menegaskan yang dinyatakan Hairul Anwar, bahwa PAN Sumenep tidak mungkin solid sebagaimana klaim DPD PAN.

"Mustahil kader PAN solid. Karena ya itu, ada yang tidak selaras antara keinginan kader dan keputusan DPP. Jika ada yang bilang solid, itu hanya klaim belaka," ujar Kaprawi.

Bahkan menurut Kaprawi, sebagaimana hasil pleno yang sudah diajukan ke DPP, mayoritas kader PAN di bawah, DPC, PUAN, hingga BM PAN tetap menginginkan PAN mengsung kader sendiri di Pilkada Sumenep.

"Memang kami sepakat mendukung mas Hairul Anwar. Tetapi masalahnya bukan karena rekom tidak turun ke beliau, melainkan karena rekom jatuh ke non kader yang sama sekali tidak ada dalam arah suara mayoritas kader," tandasnya.(Udiens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Bangkalan - Kasus kekerasan terhadap perempuan belakangan marak...

MEMOonline.co.id, Sumenep - Penanganan kasus dugaan korupsi yang melibatkan seorang teller...

MEMOonline.co.id, Bangkalan - Anggaran pendampingan korban kekerasan bagi anak dan perempuan di...

MEMOonline.co.id, Kota Batu - Hari ini, Sabtu (11/7/2020) pagi, tepatnya di Jalan Raya Tlekung, No.315, Kecamatan...

MEMOonline.co.id, Sampang - Madrasah akan memulai tahun pelajaran 2020/2021 mulai 13 Juli...

Komentar