Resmikan Rumah Tahfidz Center, LaNyalla, Berharap Indonesia Jadi Negeri Penghapal Al-Qur'an

Foto : Penanda-tanganan Prasasti Peresmian Rumah Tahfidz Center Oleh AA LaNyalla Mahmud Mattalitti
228
ad

MEMOonline.co.id, Malang - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, memanfaatkan waktu akhir Ramadhan dengan melakukan lawatan ke sejumlah pondok pesantren dan makam para wali, salah satunya ke Pondok Pesantren An-Nur Malang, yang dalam kesempatan tersebut, LaNyalla didaulat untuk meresmikan Rumah Tahfidz Center (RTC). 

Dalam kunjungannya, LaNyalla, mengajak serta Senator asal Malang, Adila Azis, sebagai bagian dari himbauannya sebagai Ketua DPD RI kepada para Senator untuk turun langsung ke daerah pemilihannya guna melakukan pengawasan dan pemantauan situasi serta dinamika sosial. 

"Di akhir Ramadhan yang penuh berkah ini, kita menyaksikan tambahan gedung Rumah Tahfidz Center sebagai wadah aktivitas menghafal, mengamalkan, dan membudayakan nilai-nilai Al-Qur'an. Ikhtiar ini merupakan upaya mengentaskan buta huruf hijaiyah. Target kita ialah menjadikan Indonesia sebagai negeri penghafal Qur'an. Hafidz dan Hafidzah sebagai panutan umat, ulama, serta pemimpin yang mencintai Allah dan dicintai masyarakat. Semoga menjadi embrio  terwujudnya generasi Qurani," tegas LaNyalla di Pondok Pesantren An-Nur 1, Bululawang Malang, Jum'at (22/5/2020). 

Menurut penuturannya, hingga Maret 2020, tercatat jumlah Rumah Tahfidz Center (RTC)  yang terverifikasi di Indonesia sudah mencapai lebih 1200 unit. Dengan semakin banyaknya jumlah Rumah Tahfidz tersebut, maka diyakini sebaran dakwah Daarul Qur'an akan terus meluas, meliputi berbagai lapisan masyarakat hingga ke pelosok negeri.

"Berbekal keyakinan itu, dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Rumah Tahfidz Pondok Pesantren An-Nur 1 ini saya resmikan. Semoga setiap hafalan santri mengalir pahalanya untuk ustadz, ustadzah, pengasuh, dan pendiri Pondok," harapnya. 

LaNyalla juga menjelaskan bahwa Pondok Pesantren An-Nur 1 adalah pondok pesantren yang tertua di wilayah Malang Raya. Didirikan oleh  Kiai Haji Muhammad Anwar Bin Haji Nuruddin pada tahun 1941. Pada awalnya, pondok ini hanya sebuah langgar yang digunakan sebagai tempat mengaji yang berada di sebelah rumahnya. Namun dengan berjalannya waktu, jumlah santri yang menimba ilmu semakin banyak. Sampai akhirnya berdirilah pondok pesantren An-Nur. 

"Tidak sekedar mengajar mengaji, beliau juga membina dan mendidik masyarakat. Seusai masa pendudukan Jepang dan agresi Belanda, jumlah santri terus bertambah," tuturnya.

Saat ini, lanjut LaNyalla, pondok pesantren An-Nur terus berkembang. Selain mendalami ilmu agama, santri juga belajar ilmu terapan. Santri dibekali keterampilan seperti bahasa asing dan wirausaha. Fasilitasnya sangat memadai. Bahkan belakangan Pondok Pesantren An-Nur 1 memiliki sekolah unggulan.  

"Hal ini membuktikan besarnya peran Pondok Pesantren An-Nur dalam melahirkan generasi shalih dan shalihah kebanggaan keluarga, bangsa, dan agama. Generasi andal dan mandiri yang siap menghadapi perubahan zaman. Mampu mencukupi kebutuhannya, tidak menjadi beban masyarakat, bahkan bisa menyantuni orang-orang sekitarnya. Selaras dengan namanya, An-Nur yang artinya cahaya. Cahaya ilmu dan amal," imbuhnya. 

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur 1, KH. Ahmad Fahrur Rozi, mengucapkan terima-kasih atas kehadiran Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, di pondok pesantren An Nur 1 Bululawang, Malang.

KH. Ahmad, mengungkapkan bahwa jumlah santrinya saat ini, di seluruh Pondok An-Nur mencapai 8000 santri. Sementara, jumlah santri di Ponpes An-Nur 1, ditempati 1550 santri putera maupun puteri. 

"Sekarang hampir keseluruhan santri libur dan pulang ke tempat tinggalnya masing-masing. Yang masih di pondok, hanya Ustadz dan Ustadzah," ujarnya.

"Dulu kami memiliki asrama yang tidak punya tempat tidur. Alhamdulillah, atas bantuan Pak LaNyalla, akhirnya sekarang kita bisa mengisi kamar-kamar di pondok sebanyak 154 tempat tidur. Semoga Pak LaNyalla senantiasa sehat wal-afiat dalam menjalankan tugas negara ini. Sebab, Kami tahu bagaimana perjuangan beliau terhadap perkembangan pondok pesanten di Jawa timur, termasuk kepada santri dan para pengasuhnya," pungkas KH Ahmad Fahrur Rozi. (Bam/Diens).

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Pali - Seorang oknum Kepala Dusun (Kadus) Desa Tempirai Utara Kecamatan Penukal...

MEMOonline.co.id, Sumenep - Kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur...

MEMOonline.co.id, Sampang - Pasien positif virus Corona (Covid -19) di Kabupaten Sampang per hari ini (29/5/2020) bertambah...

MEMOonline.co.id, Kota Batu - Usai melaksanakan pembagian masker kesehatan secara gratis. Kali...

MEMOonline.co.id, PALI - Di tengah pandemi virus corona yang demikian menakutkan, Kabupaten Penukal Abab Lematang...

Komentar