Cuma Berpenghasilan 5 Ribu Sehari, Tukang Cukur di Pamekasan Ini Berharap Punya Gerobak Untuk Jual Sosis Keliling

Foto: Sabrawi Saat Mencukur Rambut Pelanggan Tetapnya
270
ad

MEMOonline.co.id, Pamekasan - Menjadi tukang cukur rambut manual seperti saat ini tidaklah menjanjikan, seperti yang dialami oleh Sabrawi (53) salah satu warga Dusun Utara 2, Desa Toronan, Kelurahan Kowel, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, selasa (24/03/2020)

Diumurnya yang sudah tua, Sabrawi tetap bertahan hingga saat ini dengan menjadi tukang cukur untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama keluarganya.

"Saya sudah 35 tahun menjadi tukang cukur yang mangkalnya di Area Monumen Arek Lancor", ucapnya.

Seiring dengan kemajuan technologi saat ini, menjadi cukur dengan alat manual merupakan tantangan besar bagi seorang Sabrawi.

"Sekarang semuanya sudah maju pak, banyak salon yang buka dengan alat - alat lengkap dan canggih, dan itu sangat mempengaruhi pada pendapatan kami akhir - akhir ini", terangnya.

Selain itu Sabrawi mengaku pendapatan dari jasa mencukurnya terkadang hanya mendapat Rp. 5000,00, bahkan menurutnya sehari penuh tidak ada pelanggan sama sekali.

"Saya terkadang melayani satu pelanggan dalam sehari, dengan pasang tarif hanya Rp. 5000,00, itupun pelanggan tetap saya mulai dari dulu", akunya.

Sabrawi bilang, setiap pulang kerumah, dan tidak bawa uang merupakan beban berat untuk bertemu seorang istri dan kelima anak yang sudah menunggunya.

"Sebagai pemimpin keluargaku, saya sudah berusaha mencari rejeki, tapi mau gimana lagi, lawong bisanya cuma itu", tuturnya.

Menurutnya, ingin sekali ia mengubah nasib keluarganya dengan memcoba untuk membuka usaha yang lain.

"Sebetulnya saya pingin sekali punya gerobak dan berjaualan sosis keliling sekitar rumah, mungkin itu lebih menjanjikan daripada jadi tukang cukur manual untuk saat ini, saingannya banyak dan alatnya sudah canggih", katanya.

Impian punya gerobak dan modal untuk usaha jual sosis keliling selalu timbul dalam fikirannya tatkala dalam sehari tidak ada pelanggan sama sekali.

"Andai saja ada orang yang sudi membantu belikan gerobak dan modal buat beli sosis, mungkin saya sudah jualan, khayalan ini yang kadang bikin saya melamun sendiri, apalagi kalau tidak sepeserpun uang yang bisa saya bawa pulang kerumah, saya takut dan malu pulang pak", ucap Sabrawi sambil menangis. (M. Halili)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Sampang - Sat Reskrim Polres Sampang mengamankan penjudi adu jangkrik di Dusun Bira,  Desa Bira...

MEMOonline.co.id, Probolinggo - Sungguh malang nasib dua kakek yang tinggal di...

MEMOonline.co.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Nasional (DPN) SAPU JAGAD mendesak pemerintahan Joko Widodo...

MEMOonline.co.id, Sampang - Satlantas Polres Sampang Sosialisasi untuk pencegahan covid -19 dan bagi bagi...

MEMOonline.co.id, Sumenep – Bersama Forkopimda, Pemerintah Kabupaten Sumenep,...

Komentar