Asetnya Terus Berkembang, Bank BPRS Bhakti Sumekar Bertengger di Urutan ke Dua BPRS se Indonesia

Foto: Jajaran Direksi Bank BPRS Bhakti Sumekar Sumenep
713
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Tahun 2027, Bank BPRS Bhakti Sumekar masih dapat mencatat kinerja yang positif dan cenderung meningkat jika dibandingkan dengan pencapaian kinerja pada tahun- tahun sebelumnya. 

Berdasarkan data lima tahun terakhir, Bank BPRS Bhakti Sumekar mencatat kinerja yang positif dan cenderung meningkat jika dibandingkan dengan pencapaian kinerja pada tahun- tahun sebelumnya.

Pertumbuhan Aset BPRS Bhakti Sumekar tahun 2017 tumbuh sebesar 142% dibanding tahun 2013, yaitu dari Rp 317 Milyar di tahun 2013 menjadi Rp.769 Milyar pada akhir tahun 2017. 

"Total aset BPRS Bhakti Sumekar (BPRS BS) saat ini, menempati urutan ke dua dari 172 BPRS yang ada di Indonesia," tutur Direktur Utama PT BPRS Bhakti Sumekar Novi Sujatmiko, Sabtu (10/2/2018).  

Seiring dengan peningkatan aset Bank, perolehan laba walaupun tidak terlalu besar, imbuh Novi, namun perlu diapresiasi mengingat ditengah ketatnya persaingan usaha serta ditengah upaya penambahan jaringan kantor yang banyak membutuhkan cost yang tinggi. Bank BPRS Bhakti Sumekar masih berhasil mendapatkan laba yang positif.

"Dengan perolehan laba yang positif setiap tahunnya, maka kontribusi Bank terhadap PAD (pendapatan asli daerah,red) tentunya semakin meningkat," imbuhnya.

Ditegaskan, sesuai ketentuan peraturan daerah (Perda) dan anggaran dasar Bank, bahwa pendistribusian laba yang dibagikan sebagai deviden berupa PAD adalah sebesar 50% dari laba bersih setiap tahunnya. 

"Total setoran PAD sampai dengan tahun 2017 adalah sebesar Rp.58,4 Milyar, ini artinya bahwa bank BPRS bhakti sumekar telah menyetorkan deviden kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep sebagai pemegang saham sebesar 60% dibanding modal setor pemkab yang telah disetorkan ke Bank BPRS yakni sebesar Rp.96 Milyar," papar Novi.

Alumni Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) ini meyakini, kepercayaan masyarakat terhadap BPRS Bhakti Sumekar juga semakin meningkat. Ini bisa dilihat dari peningkatan jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 317% dibanding 5(lima) tahun sebelumnya. 

"Hingga akhir Desember 2017 ini, DPK BPRS Bhakti Sumekar mencapai Rp 441,5 Milyar sedangkan di tahun 2013 sebesar Rp.105,8 Milyar," bebernya. 

Selama kurun waktu lima tahun terakhir, Bank juga telah melakukan peningkatan jaringan usaha baik itu berupa pembukaan kantor cabang baru ataupun peningkatan status kantor dari kantor kas menjadi kantor cabang.

"Peningkatan jaringan kantor tersebut sebagai upaya bank untuk semakin mendekatkan diri kepada masyrakat agar akses layanan perbankan semakin mudah," tegas dia.

Dengan demikian Bank BPRS Bhakti Sumekar akan menjadi bank syariah pilihan masyarakat yang unggul dalam kinerja, memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat serta dapat memberikan layanan yang lebih berkualitas dan bersahabat kepada masyarakat luas.

Prospek Tahun 2018

Tahun 2018 merupakan tahun yang penuh tantangan, namum sekaligus juga peluang bagi perusahaan. Karena itu BPRS Bhakti Sumekar akan melakukan upaya yang lebih keras untuk mencapai kinerja yang lebih baik lagi. 

"Pada tahun 2018 BPRS bhakti Sumekar akan membuka jaringan kantor cabang di 5 (lima) wilayah kepulauan di kabupaten Sumenep, serta membuka 1 (satu) jaringan kantor di daratan di Kabupaten Pamekasan.

Pembukaan kantor cabang di Kepulauan diantaranya adalah: Raas,Sepudi, kangean,gili genting dan talango. Sedangkan di kabupaten Pamekasan akan dibuka kantor Cabang di kecamatan Larangan. 

Peningkatan kualitas layanan kepada nasabah juga akan semakin ditingkatkan dengan menambah fitur layanan baru  berupa penukaran mata uang asing (Money Changer) sebagai bagian pemenuhan kebutuhan nasabah terhadap mata uang asing khususnya mata uang Real (saudi Arabia).

Mengingat, permintaan akan penukaran uang real sangat banyak utamanya para jamaah haji dan Umroh yang akan berangkat ke tanah suci untuk menjalankan ibadah. 

Layanan ATM (Automatic teller machin)

Selain itu bank BPRS BS juga akan memperkuat Sistem Teknologi dan Informasi mengingat peran teknologi informasi bagi dunia perbankan menjadi sangat penting. 

Teknologi Informasi tidak dapat dipisahkan dari operasional perbankan sehari-hari dalam melayani nasabah dan masyarakat pengguna jasa perbankan. 

"Saat ini BPRS BS sedang mempersiapkan layanan ATM (Automatic teller machin). Dengan dioperasionalkan layanan ATM ini nantinya masyarakat dapat dengan mudah melakukan transaksi pembayaran baik itu transaksi non tunai ataupun penarikan tunai dimanapun masyarakat berada dapat terlayani," pungkasnya. (Udiens). 

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id - Hari ini, 21 April, genap 140 tahun silam Raden Ajeng Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah. Pejuang emansipasi perempuan...

MEMOonline.co.id, Malang,- 690 Wisudawan dan Wisudawati Universitas Merdeka...

MEMOonline.co.id, Merauke, Papua,- Pasukan pengaman perbatasan di bawah kendali Letkol Inf Andi, A. Wibowo, S. Sos, M. I, Pol, terus...

MEMOonline.co.id, Sampang - Banyaknya pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat maupun pihak penyelenggara pemilu 2019, menuai reaksi keras dari...

MEMOonline.co.id, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menarik semua kadernya yang berdinas di Badan Pemenangan...

Komentar