Peringatan HPN di Jember Dikemas Dengan Lomba Menulis Mulai dari Usia 7-10 Tahun

Foto: lomba menulis Memperingati HPN
1130
ad

MEMOonline.co.id, Jember - Memperingati Hari Pers Nasional (HPN), sejumlah jurnalis dari berbagi media massa di Kabupaten Jember yang tergabung dalam Komunitas Jurnalis Independen (KJI) menggelar kegiatan Kampoeng Literasi Digital. Kegiatan yang digelar bersama The Jannah Institute (TJI) dan Meotel Jember by Dafam Hotel tersebut diisi dengan lomba menulis surat yang diikuti oleh anak usia 7 - 10 tahun. 

Ketua Panitia Kampoeng Literasi Digital Ali Makhrus menerangkan bahwa lomba menulis dan membaca surat tersebut mengambil tema Cinta Kepada Orangtua.

Ali menerangkan bahwa dipilihnya tema tersebut dalam kegiatan yang pertama kali diselenggarakan oleh KJI tersebut adalah untuk meningkatkan rasa cinta anak kepada orangtuanya.

Namun, lebih dari itu dia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya pihaknya untuk memasyarakatkan budaya literasi sejak dini kepada generasi muda, khususnya di Kabupaten Jember.

"Karena seperti yang kita ketahui bahwa budaya literasi di Indonesia pada umumnya dan di Jember pada khususnya masih dalam level yang memprihatinkan, jika dibandingkan dengan negara lainnya," kata Ali dalam acara babak final lomba menulis dan membaca surat Kampoeng Literasi Digital di Meotel Jember by Dafam Hotel, Jalan Karimata, Jember, Minggu sore hingga pukul 21.00 WIB. (16/2/2020).

Dia juga menuturkan bahwa memasyarakatkan budaya literasi di Indonesia merupakan tanggung jawab semua pihak. Tidak hanya pemerintah atau lembaga pendidikan.

"Karena itu, kami kalangan jurnalis yang sehari-harinya tidak lepas dari dunia literasi ingin memberikan sumbangsih kepada masyarakat agar masyarakat lebih mengenal apa itu budaya literasi. Salah satunya melalui lomba menulis dan membaca untuk anak-anak ini," ujarnya.

Tidak hanya diisi dengan lomba menulis dan membaca, Kegiatan Kampoeng Literasi Digital yang pertama kali diadakan di Jember tersebut juga diisi dengan seminar tentang Digital Parenting kepada para orangtua peserta lomba.

Seminar tersebut diisi langsung oleh Founder The Jannah Institute (TJI) Prita Hendriana Wijayanti atau yang lebih dikenal sebagai Prita HW.

Dalam seminar tersebut, Prita menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi yang dirasakan saat ini memberikan dampak para perilaku anak.

Seperti misalnya anak lebih suka berinteraksi dengan gadget daripada dengan orangtuanya sendiri. Selain itu, anak juga cenderung berfikir instan untuk menyelesaikan persoalan daripada menikmati proses belajar.

"Perkembangan gadget menyebabkan anak cenderung menghindari sesuatu yang tampak susah atau mudah putus asa. Contohnya anak menjadi nggak sabaran," tutur Prita yang merupakan salah satu blogger kondang yang juga pegiat literasi tersebut.

Tidak hanya itu, lepasnya kontrol orangtua terhadap aktivitas anaknya dalam menggunakan gadged disinyalir menyebabkan anak menjadi sulit menurut dan egois.

"Misalnya dalam memilih sesuatu anak merasa lebih tahu mana yang paling baik daripada orangtuanya. Nah, di sini orangtua harus memberikan pengertian kepada anaknya dengan menyampaikan alasan yang bisa diterima anak," tuturnya.

Karena itu, dia mengimbau setiap orangtua agar mengawasi penggunaan gadget oleh buah hatinya.

"Salah satu upaya pengawaaan atau kontrol orangtua adalah dengan mengaktifkan fitur-fitur khusus anak yang disediakan oleh media sosial. Seperti YouTube Kids dan sebagainya," imbuhnya.

Sementara itu, salah satu orangtua peserta Rahmawati Kartini mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh KJI tersebut karena memberikan kesempatan kepada anaknya untuk mengukir prestasi secak usia dini.

"Anak saya jarang ikut lomba, karena tidak tahu info-info lomba. Tapi anaknya potensi. Jadi senang sekali bisa jadi peserta lomba KJI. Mungkin lain kali bisa diadakan lomba lagi, dengan kreasi yang lain. Terima kasih banyak," unar Rahmawati.

Untuk diketahui, lomba menulis dan membaca surat Kampoeng Literasi Digital oleh KJI itu dimulai sejak 26 Januari 2020. Sebanyak 50 lebih anak berpartisipasi dalam lomba tersebut. Selain didukung The Jannah Institute dan Meotel Jember by Dafam Hotel, kegiatan tersebut juga didudukung oleh Kodim 0824 Jember, Dira Waterpark, Warunk Pikoen, Batik Notonegoro, dan Kober. (Inul)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Jember - Sebuah toko konveksi Distro Muslim Jember (DMJ) dilalap si jago...

MEMOonlune.co.id, Sumenep - Terbatasnya persedian APD yang dipakai para pejuang pencegahan penyebaran virus...

MEMOonline.co.id, Sumenep - Teka teki pingsannya Wakil Bupati (Wabup) Sumenep, Achmad...

MEMOonline.co.id, Malang - Ditengah minimnya alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis yang ada di...

MEMOonline.co.id, Sampang - Seorang laki laki R (inisial) umur 65 tahun, meninggal secara...

Komentar