Dua Bayi Lahir Cacat Fisik di Wajah, Inilah Kata PLT Kadinkes Pamekasan

Foto: Plt. Kadinkes Pamekasan Saat Memberikan Keterangan di Ruang Kerjanya.
378
ad

MEMOonline.co.id, Pamekasan - Dengan lahirnya dua bayi dalam keadaan cacat fisik dibagian wajahnya, inilah kata dr. Farid Anwar selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan, senin (13/01/2020)

Diketahui sebelumnya, dua bayi di Pamekasan lahir dengan kondisi cacat fisik diwajahnya, yang pertama Moh Ali umur (2,5) Bulan putra Habiburahman (25) dan Imrorul Hasanah (26) warga Dusun Tengah, Desa Branta Pesisir, Tlanakan, yang kedua adalah Aisya Syfa Alinurroman umur (1) Minggu Putri Abdurrahman (35) dan Asmaleny (28) warga Dusun Barat, Desa Jarin, Kecamatan Pademawu Pamekasan.

Plt Kadinkes Pamekasan, dr. Farid Anwar mengatakan bahwa, keduanya sudah mendapat penanganan medis dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pamekasan bahkan ada yang dirujuk hingga ke Rumah Sakit (RS) dr. Soetomo Surabaya.

"Menurut Ilmu kedokteran, kecacatan ini adalah faktor bawaan, selain itu bisa terjadi karena beberapa faktor lain, bisa dari faktor lingkungan, Genetik dan faktor lainnya", katanya.

Farid Anwar menambahkan bahwa faktor Genetik seperti Krumosum dan DaunSyndrom, sedangkan Faktor Kontinital atau fisik bisa disebabkan oleh lingkungan, misalnya, Zat kimia, Pestisida, atau mungkin juga karena Ibu hamil tersebut mengkonsumsi obat luaran tanpa resep dari dokter.

"Memasuki Tri semester pertama atau tiga bulan masa kehamilan, Ibu hamil harus berhati-hati dan jangan minum obat sembarangan, karena dimasa itu adalah masa pembentukan organ-organ tubuh pada Janin," terangnya.

Selain itu menurut dia, Ibu hamil agar sedini mungkin memeriksakan kehamilannya secara rutin di pos pelayanan kesehatan.

"Jadi pada awal kehamilan, sebaiknya segera periksa secara rutin kandungannya ke Pelayanan Kesehatan, bisa ke Bidan atau Dokter", tambahnya.

Jika memang diperlukan pemeriksaan lebih lengkap menurut dia, Ibu hamil bisa memeriksakan kehamilannya ke Rumah Sakit, dengan cara Ultra Sylo Grafi (USG).

"Mungkin dengan cara itu kita bisa mengetahui secara detail perkembangan pada Janin bayi, akan tetapi hal itu tidak menjamin untuk mengetahui cacat bawaan seperti yang dialami dua anak tersebut, semoga saja keduanya sehat dan masih bisa hidup normal seperti anak bayi lainnya", Tutup dr. Farid Anwar. (M. Halili)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Sumenep - Setiap harinya, ratusan pelaku usaha mikro berbondong-bondong mendatangi kantor Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah...

MEMOonline.co.id, Bangkalan - Program Indonesia Pintar (PIP) diduga tidak tepat guna. Hal tersebut membuat sekelompok aktivis melakukan...

MEMOonline.co.id, Bekasi - Berdasarkan UU Nomor 28 Tahun 2002, PP Nomor 36 Tahun 2005, dan Permen PUPR Nomor 27 Tahun 2018,...

MEMOonline.co.id, Bangkalan - Penertiban disiplin protokol kesehatan (Prokes) terus digencarkan Polres...

MEMOonline.co.id, Sumenep - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Madura terus soroti program bantuan ternak sapi...

Komentar