Meriah, Festival Rokat Tase’ di Pasongsongan Diwarnai Aneka Penampilan, Salah Satunya Tarian Tradisional 

Foto: penampilan tarian tradisional di acara rokat tasek pasongsongan
554
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali menggelar Rokat Tase’. 

Kegiatan bertajuk Festival Nelayan itu digelar di PPI Kecamatan Pasongsongan, Minggu (24/11/2019).

Kegiatan itu, selain untuk melestrasikan tradisi dan budaya masyarakat, juga merupakan upaya Pemkab Sumenep untuk mempromosikan keindahan tradisi masyarakat nelayan. 

Sehingga diharapkan kedepan perekonomian nelayan semakin meningkat.

Hadir dalam kegiatan itu Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa timur, Mohammad Gunawan Saleh, Pejabat Kementrian Pendidikan Provinsi Jawa timur, OPD dan Camat se Sumenep.

Kegiatan Rokat Tase’ itu sendiri dimulai dengan do’a bersama yang dilanjutkan dengan penampilan berbagai kesenian khas masyarakat pesisir. Seperti tari-tarian hingga musik tong-tong. 

Tak hanya itu, dalam acara tersebut juga dilakukan pelepasan ribuan benih ikan.

Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi saat membuka acara menerangkan, Rokat Tasek merupakan ritual pengungkapan rasa syukur nelayan kepada Tuhan atas limpahan rezeki yang telah diberikan. 

Oleh karena itu segenap masyarakat nelayan berdo’a bersama memohon keselamatan dan keberkahan kedepannya.

Lebih lanjut Wabup menjelaskan dalam kegiatan kali ini, larung sesaji diganti dengan pelepasan ribuan benih ikan kakap ke laut. Intinya kegiatan Rokat Tase’ tetap sama yakni ungkapan syukur nelayan.

“Intinya kan tetap sama, wujud syukur kita kepada Allah. 2.000 benih ikan kakap kita lepas, itu untuk mengajak para nelayan menjaga keberlangsungan laut,” Katanya. Minggu (24/11/2019).

Menurut Wabup, kegiatan ini kali ketiga Pemkab Sumenep mendukung kegiatan Rokat Tase’.

Dengan festival itu diharapkan dapat menyadarkan masyarakat bahwa betapa penting potensi maritim Sumenep dalam mengangkat harkat martabat nelayan Sumenep.

“Kita akan angkat dan lestarikan tradisi nelayan di Sumenep yang sangat indah ini. Saya yakin selain akan dapat meningkatkan kelestarian lingkungan akan berdamoak pada peningkatan perekonomian masyarakat juga,” tambahnya.

Sementara Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur, Mohammad Gunawan Saleh meminta agar para nelayan dan masyarakat sumenep sadar tentang kebersihan laut agar kelestarian ekosistem laut terjaga.

“Laut adalah tempat berkumpulnya biota laut,  mereka berkembang biak sehingga harus kita jaga kelestariannya. Itu penting dami anak cucu kita nanti,” terangnya. (Alvian/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Sampang - Penanganan anggaran Covid -19 di Kabupaten Sampang harus...

MEMOonline.co.id, Sampang - Terobosan baru yang dilakukan oleh jajaran Sat Lantas Polres Sampang dalam menangani Covid -19...

MEMOonline.co.id, Jakarta - Isu Amandemen terbatas hingga usulan menteri dari unsur DPD RI, menjadi salah satu topik...

MEMOonline.co.id, Bangkalan  - Kasus pelecehan seksual di Bangkalan kembali terjadi. Terbaru, salah satu kepala TK di kecamatan...

MEMOonline.co.id, Sampang - PT Garam Persero merupakan perusahaan satu satunya di Kabupaten Sampang yang...

Komentar