Petani Garam Sumenep Kecewa PT Garam Tak Berpihak. Fungsi Dana PMN Ratusan Miliar ?

Foto: H. Ubaidillah, Ketua Asosiasi Masyarakat Garam (AMG)
377
ad

Membongkar Persoalan Garam di Madura ( 5 )

MEMOonline.co.id, Sumenep - Sejak tahun 2018 PT Garam (Persero) men-declare pindah kantor ke Sumenep. Namun, kembalinya perusahaan negara (BUMN) itu dinilai belum memberikan angin segar kepada petambak garam, khususnya yang ada di kabupaten berlambangkan kuda terbang ini.

H. Ubaidillah salah satu petambak asal Sumenep mengatakan, selama ini PT Garam (Persero) belum mampu mengangkat martabat petambak garam. Sehingga keberadaannya terkesan belum memberikan dampak positif.

Terbukti kata dia harga garam ditingkat petambak saat ini Rp450 untuk KW 1, Rp300 untuk KW 2 dan Rp250 untuk garam KW 3.

"Sebenarnya di sumenep diharapkan bisa memberikan dampak positif kepada petambak garam, tapi sampai saat ini kami belum bisa mengatakan dampak yang positif, apa karena tidak sampai satu tahun. Tapi yang jelas belum kami rasakan," katanya saat dimintai keterangan media ini,

Pria juga yang menjabat sebagai Ketua Asosiasi Masyarakat Garam (AMG) itu mengatakan, mestinya PT Garam (Persero) bisa melakukan serapan secara maksimal. Karena PT Garam (Persero) memiliki suntikan dana dari pemerintah berupa Penyertaan Modal Negara (PMN).

Dilansir jarrak.id, tahun 2018 PT Garam telah mengantongi Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 300 miliar. Dari total anggaran tersebut, 65 persen diantaranya atau Rp 204 miliar dialokasikan untuk kegiatan penyerapan garam rakyat.

Informasi lain, PT Garam telah menggelontorkan sebesar Rp176 miliar dari total Rp204 miliar. Dana yang dianggarkan untuk penyerapan garam rakyat yang bersal dari PMN 2015.

Sementara dalam laporan hasil audit sisa PMN tahun 2015 berada di salah satu bank yang didepositokan, nilainya diduga mencapai Rp11 miliar lebih.

Berdasarkan data yang dihimpun media ini, per 31 Desember 2018 dana PNM 1 yang didepositokan sebesar Rp20.988.203.462 sementara untuk PNM 2 sebesar Rp94 miliar dengan total lebih dari 11 miliar.

Jumlah tersebut berkurang dibandingkan periode tahun sebelumnya. Per 31 Desember 2017 dana PNM 1 yang didepositokan sebesar Rp50.988.203.461 sedangkan untuk PNM 2 sebesar Rp186.500.000.000 atau dengan akumulasi sebesar Rp237.488.203.461.

Tahun 2015 PT Garam (Persero) mendapatkan PNM sebesar Rp3.089.489.865 dan sempat diletakan di salah satu bank. Rinciannya untuk PNM 1 sebesar Rp1.760.411.288 dan PNM 3 sebesar Rp2.329.078.577.

Besaran anggaran tersebut terbilang fantastis. Jika digunakan untuk penyerapan garam rakyat di Sumenep dimungkinkan bisa terserap semua atau malah kekurangan produksi.

Masih belum terhitung dengan hasil atau bunga dana PNM yang didepositokan jika itu benar. Sebab, hingga berita ini ditulis belum ada surat balasan konfirmasi dari PT Garam (Persero) meski permohonan konfirmasi telah lama dikirim media ini.

"Soal serapan, PT Garam sudah melakukan, kan PT Garam memiliki dana PMN. Serapan  lebih besar dari tahun lalu. Karena tahun ini hanya sisa PMN, tahun ini sekitar Rp25 miliar gitu untuk seluruh indonesia, termasuk di Jerbon, Sulawesi. Tapi lebih besar di Sumenep," jelasnya.

Ubaidillah mengatakan, petambak sangat berharap keberadaan PT Garam (Persero) bisa bisa memperjuangkan petambak, utamanya harga.

"Harapan kedepan PT Garam kembali bisa memberikan dampak yang positif, pada tambak garam di Sumenep," harapnya.

Benarkah Piutang Rp100 Miliar Nunggak Sia-sia?

Ditengah hiruk-pikuk persoalan harga garam, PT Garam (Persero) memiliki dana yang cukup fantastis yang berada dipihak ke dua. Nilainya mencapai Rp100 miliar. Menariknya, meski telah jatuh tempo belum terbayar.

Hutang dengan nilai yang cukup besar itu tidak hanya kepada perseorangan, melainkan juga menyangkut perusahaan resmi, seperti Perseroan Terbatas (PT), CV, dan juga UD.

Sesui hasil audit, pihak PT Garam (Persero) diduga hanya melakukan pendekatan persuasif. Padahal, PT Garam (Persero) bisa menagih hutang melalui jalur hukum, dengan cara melayangkan gugatan kepada lembaga pengadil dengan gugatan ingkar janji (wanprestasi). Itu dilakukan sebagai upaya "Represif".

"Bisa juga dengan cara melakukan tindakan somasi dan upaya hukum lainnya agar tidak menimbulan kecurigaan," kata Ketua Divisi Advokasi Pemuda Maritim Indonesia Selamet, pada media ini.

Selamet menuturkan, ada yang janggal dalam hutang ini, sebab terdapat salah satu pihak kedua yang diduga memiliki tanggungan kepada PT Garam sebesar Rp3 miliar dan belum melunasi meski telah lama jatuh tempo. "Informasinya belum tertagih, anehnya orang itu disinyalir masih mendapatkan hak pengelolaan lahan pegaraman seluas 50 hektar. Jika ini benar, jelas ada kejanggalan," tegasnya.

Benarkah Dana Rp11 Miliar Hutang Piutang PT Garam Tak Tertagih?

PT. Garam (Persero) diduga memiliki hutang piutang sebesar Rp11.733.465.179. Sampai saat ini hutang piutang tersebut diduga belum ada penyelesaian dengan pihak kedua.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun media ini, hutang piutang miliaran itu merupakan hutang pihak ketiga kepada PT Garam (Persero) yang telah jatuh tempo pada 31 Desember 2018. Angka tersebut mengalami kenaikan dari tahun 2017 lalu. Per 31 Desember 2017 hutang piutang itu sebesar Rp9.605.276.355.

Sementara hutang piutang yang belum jatuh tempo di tahun 2018 belum tertulis, sementara tahun 2017 tertulis  2.128.188.824. Tidak hanya perusahaan resmi seperti PT, UD dan CV, melainkan hutang itu juga kepada perseorangan.

Besaran hutang piutang untuk perorangan bervariasi, mulai berjumlah ratusan juta hingga miliaran rupiah.

Namun angka itu belum diketahui apakah sudah terbayar hingga Oktober 2019 atau belum. Sebab, Direktur PT Garam (Persero) Budi Sasongko belum menjelaskan secara detail.

"Konfirmasi kepada bagian pemasaran nanti ya, saya tidak hafal," katanya saat dihubungi melalui sambungan teleponnya singkat beberapa waktu lalu. Bersambung... (Tim/Memo/Red).

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Sampang - Angin puting beliung memporak Porandakan puluhan rumah di dua...

MEMOonline.co.id, Lumajang - Semua elemen masyarakat diimbau untuk bersinergi dengan Aparat pemerintah dan keamanan...

MEMOonline.co.id, Bondowoso - Gita Cita Bahana Spasa adalah ekstrakurikuler drumband kebanggan SMP Negeri 1...

MEMOonline.co.id, Lumajang - Tim Cobra Polres Lumajang, benar-benar tak main-main dalam menangani kasus penipuan...

MEMOonline.co.id, Bekasi - Tambun Selatan - Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Perayaan Maulid...

Komentar