Festival Kuliner 2019 Resmi Dibuka Bupati Sumenep, Aneka Masakan Kaldu Berbagai Rasa Jadi Menu Utama

Foto: Bupati dan Wakil Bupati Sumenep saat meninjau porsi kaldu siap saji di arena festival kuliner sumenep 2019
474
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Secara resmi, Festival Kuliner 2019 dibuka oleh Bupati Sumenep, Abuya Busyro Karim.

Festival itu, dibuka bersamaan dengan dua event lainnya, yakni Topeng Dalang Remaja dan Direct Promotion Pariwisata, Sabtu (13/10/2019) malam.

Selain memperkenalkan makanan khas, festival tersebut ingin memberikan kesan kepada masyarakat untuk mengurangi limbah plastik.

Terbukti dengan stand yang tidak berbahan plastik, serta bungkus makanan dan minuman yang tidak berbahan plastik.

Dalam sambutannya, Busyro mengatakan, kuliner khas yang dimiliki kabupaten berlambang kuda terbang tidak hanya sekedar menjadi potensi, namun bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian.

"Potensi kuliner lokal jangan hanya sebatas potensi saja, namun bagaimana potensi itu benar-benar menjadi kekayaan daerah yang memberikan manfaat kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan perekonomiannya," kata Busyro.

Kata Busyro, selain melestarikan kuliner lokal, pemerintah berkomitmen untuk senantiasa mengenalkan makanan khas Sumenep pada masyarakatbluas, baik dilevel nasional, hingga masyarakat internasional.

"Kuliner lokal yang terkenal hingga ke luar daerah bisa menarik dan memikat wisatawan datang berkunjung ke Kabupaten Sumenep, sehingga banyaknya wisatawan itu mampu meningkatkan roda perekonomian masyarakat," tambahnya.

Komitmen pemerintah itu, dibuktikan dengan digelarnya festival kuliner sebagai agenda tahunan. Setiap tahunnya, pemerintah selalu mempromosikan kuliner lokal yang memiliki cita rasa khas. Seperti kaldu kokot khas Sumenep.

"Dengan festival kuliner itu selain promosi juga sebagai pelestarian agar kuliner Sumenep bisa bersaing dengan makanan modern, karena potensi kuliner luar biasa tidak sama dengan makanan lain," kata Busyro.

Rangkaian Festival Kuliner Madura diantaranya memecahkan rekor dunia dengan menyajikan 750 porsi kaldu kokot dari Lembaga Prestasi Rekor Indonesia Dunia (Leprid) di Taman Potre Koneng, Workshop Kuliner di Graha Adi Poday, lomba mewarnai tingkat play group dan TK dengan pesrta 250 anak.

Pada festival itu, ada bazar kuliner dengan 68 stand, dengan 55 stand bazar kuliner etnik serta 13 stand produk unggulan dari PKK. Bazar akan dilaksanakan Sabtu kemarin dan nanti malam.

Saat pembukaan festival itu tadi malam, Busyro meracik dan menyajikan kaldu kokot kepada Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Multikultural, Guntur Sakti dan Chef Junior Juna Rorimpandey. (Satrio/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Sampang - Menanggapi sanksi yang diberikan oleh organisasi profesi,  Ikatan Bidan Indonesia (IBI)...

MEMOonline.co.id, Pamekasan - Nekat congkel pintu rumah dan menggasak sejumlah uang dan Hand Phone,...

MEMOonline.co.id, Bangkalan - Memasuki tahun ajaran baru 2020/2021 sejumlah Sekolah Menengah...

MEMOonline.co.id, Bangkalan - Proses realisasi perbaikan sekolah dengan dana alokasi khusus...

MEMOonline.co.id, Serang - Selama dua hari, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, melakukan safari silaturrahmi ke para tokoh...

Komentar