Waspada ! Kepala Pasar Kunir Lumajang Diduga 'Curang' Soal Tarif Perpanjangan Kios

Foto: Pasar Kunir Lumajang, nampak dari depan
639
ad

MEMOonline.co.id, Lumajang - H. Poniman, warga Kunir, menemukan dugaan ketidak wajaran soal tarif perpanjangan hak pakai kios di pasar Kunir Lumajang Jawa Timur.

Pria paruh baya tersebut, gamblang menceritakan pada media ini, saat ditemui dikediamannya, tak jauh dari lokasi pasar, Rabu (10/10/2019).

H. Poniman merupakan salah seorang pengguna kios, di pasar Kunir. Dihari sebelumnya, ia mengurus perpanjangan izin hak pakai kios pasar yang ia tempati bersama istrinya.

Kala itu, ia menemui pihak pasar. Bertemu langsung Kepala Pasar Kunir, Nurul. Lalu, tak lama menjelaskan maksud dan tujuannya, H. Ponimanpun mengiakan pesyararatan yang harus dipenuhinya, termasuk membayar biaya senilai Rp. 1.300.000,00.

Janggal dirasa karena mahal, dibenak H. Poniman timbul hasrat untuk mencari kepastian.

Iapun mendatangi pihak terkait, Dinas Perdagangan di Lumajang. Bertanya, dan hasilnya ia mendapati secarik kertas dari salah seorang staf disana, yang isinya jauh lebih murah dibanding nominal yang ia bayar sebelumnya pada Kepala Pasar Kunir.

"Saya dikenakan biaya perpanjangan izin dan daftar ulang untuk kios saya sebesar Rp. 1.300.000,00 oleh Nurul Kepala Pasar Kunir yang berkwitansi dengan nama Nurul. Namun saat kami tanyakan ke Dinas Perdagangan Lumajang, saya mendapat rincian hanya Rp. 540.000," kata H. Poniman penuh heran.

Mendapati kejanggalan itu, H. Poniman maju bermaksud menemui Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lumajang. Akan tetapi kandas, ia mendapat informasi jika yang bersangkutan katanya ke Jember.

Anehnya, pasca kejadian itu, Nurul Kepala Pasar Kunir kata H. Poniman pernah datang ke rumahnya berniat mengembalikan uang.

"Bu Nurul datang kerumah saya untuk mengembalikan uang yang saya bayarkan ke dia. Bahkan mau ngasih saya lebih atas apa yang saya bayarkan tapi saya tidak mau," terang dia.

H. Poniman berharap, pihak terkait di Kabupaten Lumajang merespon cepat prilaku yang menurutnya menyalahi prosedur itu.

"Jangankan ngasih lebih, walaupun ngasih Rp. 100 juta saya tidak mau, ini harga diri kami," tegas H. Poniman. 

Sayangnya, saat sejumlah awak media mencoba mengkonfirmasi perihal tersebut, Burul Kepada Kepala Pasar Kunir, sedang tidak ada di tempat.

Kata salah satu stafnya, Nurul sedang keluar.

Hingga diupayakan dihubungi lewat hand phonenya, hanya terdengar nada dering. (Hermanto).

 

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Sampang - Menanggapi sanksi yang diberikan oleh organisasi profesi,  Ikatan Bidan Indonesia (IBI)...

MEMOonline.co.id, Pamekasan - Nekat congkel pintu rumah dan menggasak sejumlah uang dan Hand Phone,...

MEMOonline.co.id, Bangkalan - Memasuki tahun ajaran baru 2020/2021 sejumlah Sekolah Menengah...

MEMOonline.co.id, Bangkalan - Proses realisasi perbaikan sekolah dengan dana alokasi khusus...

MEMOonline.co.id, Serang - Selama dua hari, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, melakukan safari silaturrahmi ke para tokoh...

Komentar