Tak Ada Jembatan Penghubung, Aktivitas Warga Dusun Palean Desa Ambunten Tengah Terganggu

foto: aktivitas warga di sekitar sungai yang menghubungkan dua desa
294
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Masyarakat Dusun Palean, Desa Ambunten Tengah, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mengeluhkan infrastruktur yang ada di desanya. Salah satunya jembatan penghubung.

Sebagaimana pengakuan masyarakat Dusun Palean, Desa Ambunten Tengah kepada Tim memoonline.co.id, mengatakan jika mereka sangat mengharapkan  jembatan penghubung di kampungnya.

Oleh karenanya, mereka berharap pemerintah desa setempat maupun pemerintah kabupaten, bisa membangun jembatan di sungai perbatasan Desa Ambunten Tengah dengan Desa Ambunten Timur.

Sebab ketika musim penghujan, masyarakat tidak melintas di sungai tersebut, dan harus memutar bila akan ke desa sebelah.

Dan akibat tidak adanya jembatan penghubung, aktivitas masyarakat sangat terganggu, khsusnya dimusim penghujan.

Tidak hanya itu, aktivitas belajar mengajar menjadi terhambat, karena siswa sering lambat kesekolah akibat tidak bisa melintasi sungai. Selain itu, juga menghambat perputaran ekonomi masyarakat.

"Kami sangat butuh jembatan mas, karena kalau musim hujan anak anak sekolah sering terlambat karna harus berputar lewat selatan atau ke utara kecamatan, jadi sangat terganggu ke pelajaranya," kata Murakib, Ketua RW Dusun Pelean kepada media ini.

"Kami mengharap kepada pihak terkait atau pihak pemerintah, baik pemerintah desa ataupun kabupaten, agar jembatan ini cepat di bangun," tambahnya.

Murakib juga mengaku sudah mengusulkan pembangunan itu berulang kali, namun tidak mendapat repon. Bahkan, kata dia beberapa waktu lalu petugas PU Bina Marga sempat datang ke lokasi, namun hasilnya juga tidak ada kabar.

Warga setempat pula, Saidi mengatakan, akibat tidak ada jembatan itu, kendaraan yang dimiliki tidak bisa masuk kerumahnya. Mengingat kondisi sungai yang sering banjir ketika musin hujan. Selain itu, sungai juga cukup lebar. Akibatnya, kendaraan yang dimiliki harus parkir di pinggir sawah ataupun di tepi sungai.

"Sungai ini sangat lebar dan panjang, karena gabungan dari berbagai sungai. Kalau banjir, sepada dan odong-odong saya harus di tengah sawah atau di pinggir sungai tiap malam. Ini juga rawan menimbulkan tindakan kriminal," kata Saidi.

Oleh sebab itu, Saidi berharap, ditahun 2020, pemerintah bisa segera membangun jembatan di Dusun Pelean itu. Kata dia, dengan adanya jembatan, masyarakat akan sangat terbantu, utamanya dalam hal transportasi.

"Kami sebagai masyatakat kecil di Desa Ambunten tengah ini sangat mengharapkan agar pemerintah segera membangun jembatan di sungai Dusun Palean ini. Masyarakat sangat merindukan adanya jembatan demi kelancaran transportasi," ucapnya. (Dulhadi/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Lumajang - Gusdurian Peduli sebagai lembaga filantropi besutanJaringan Gusdurian...

MEMOonline.co.id, Sumenep - Sejak tahun 2018 PT Garam (Persero) men-declare pindah kantor ke Sumenep. Namun, kembalinya perusahaan negara (BUMN) itu...

MEMOonline.co.id, Pali – Sampai saat ini, uang transport guru yang sejatinya diperuntukkan untuk menunjang kinerja para guru honorer di Kabupaten...

MEMOonline.co.id, Sampang  - Penetapan dari Bakal Calon Kades ke Calon Kades secara serentak di Kabupaten Sampang Madura Jawa Timur...

MEMOonline.co.id, Bekasi - Cikarang Pusat - Sebanyak 756 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi...

Komentar