Berikut Fakta dan Sejarah Perjuangan Lahirnya Sumenep Kota Keris

Foto: penandatanganan prasasti sumenep kota keris oleh Bupati Sumenep A Busyro Karim
231
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Berbicara tentang tentang fakta dan sejarah lahirnya keris di Kabupaten Sumenep, bermula sejak jaman pemerintahan Arya Wiraraja yang diutus menjadi Adipati oleh Kerajaan Singosari, ratusan tahun silam. 

Sejak jaman itu, Sumenep dianggap sebuah Kadipaten yang paling penting di Nusantara. 

Oleh sebab itu, sejak runtuhnya Kerajaan Singosari, Sumenep ikut andil dan mampu melahirkan sebuah Kerajaan besar di tanah Jawa yang bernama Majapahit. 

Hal tersebut tak lepas dari campur tangan para empu di masa itu, sehingga Kerajaan Majapahit menjadi sebuah Kerajaan yang di segani di seluruh Nusantara.

"Sejak jaman itu pula hingga Pemerintahan Sultan Abdurrahman, Kabupaten Sumenep menjadi acuan dari Kabupaten - Kabupaten lain di Nusantara. Karena Sumenep mampu melahirkan banyak Empu. Seperti kita ketahui bersama, hasil karya - karya para empu terdahulu yang tersebar di seluruh daerah Kadipaten Sumenep ", ungkap Fathorrahman, Minggu (29/9/2019).

Fathorrahman yang merupakan pendiri Ikatan Pengrajin Keris Indonesia (IPKI) Mega Remeng Sumenep ini, menjelaskan bahwa seiring dengan berjalannya waktu, pada tahun 1963 lahirlah empu - empu muda yang mengikuti jejak para empu - empu terdahulu untuk tetap bisa melestarikan dan mengembangkan warisan budaya - budaya leluhur (Keris Pusaka).

Kami dari empu - empu muda yang merasa peduli dan cinta terhadap warisan budaya leluhur, khususnya budaya keris. 

Hal ini tidak bisa kita lakukan perorangan, namun semua ini bentuk kesadaran bersama untuk bisa tetap melestarikan dan mengembangkan warisan budaya leluhur di Kadipaten Sumenep.

Oleh sebab itu, Fathorrahman menjelaskan bahwa sejak tanggal 16 Juni 2006 IPKI Mega Remeng lahir, dan sejak itulah kami bersama - sama melakukan penelitian dan pendataan para empu dan pengrajin yang tersebar di 17 Desa, di Tiga Kecamatan. 

Diantaranya, Kecamatan Bluto, Kecamatan Saronggi, Kecamatan Lenteng. Dari hasil penelitian dan pendataan kami pada tahun 2010 kami bekerjasama dengan beberapa pihak diantaranya seperti pihak Kementrian Kebudayaan,.

Moh. Mansyur Hidayat (Pemerhati Keris Jawa Timur) dan juga Disparbudpora Sumenep kala itu, dan pada waktu itu hanya ada dua Paguyuban perkerisan di Sumenep, yakni Mega Remeng dan Gapensaka, namun ditengah jalan Paguyuban Gapensaka memilih mundur untuk mendeklarasikan Sumenep sebagai kota Keris. 

"Kami telah mengujungi beberapa daerah di Indonesia, untuk melakukan study banding dan ternyata Sumenep tetap menjadi central produk terbesar di seluruh Nusantara bahkan ditingkat Internasional," tutur Fathorrahman.

Dari hasil penelitian dan pendataan para empu yang ada di Kabupaten Sumenep, setiap tahun selalu berkembang dengan pesat. 

Sehingga,  ini dianggap penting bagi kami, di Paguyuban IPKI Megaremeng untuk mengajukan  permohonan Kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep, agar bisa mendeklarasikan Sumenep Kota Keris.

"Berkat dukungan semua pihak yang tersebut, dan juga dari ridha Allah SWT, Bapak Bupati KH. A buya Busyro Karim, M,Si beliau merespon dan menyambut positif keinginan kita bersama. Sehingga pada tanggal 9 November 2014, Sumenep dideklarasikan sebagai Kota Keris Oleh Bapak Bupati Sumenep yang ditandai dengan penandatanganan Prasasti dan peresmian tugu keris, di Desa Pandian, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep ", pungkas Fathorrahman, yang juga dinobatkan sebagai Maestro Keris oleh Bupati Sumenep.(Syem/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Sampang - Angin puting beliung memporak Porandakan puluhan rumah di dua...

MEMOonline.co.id, Lumajang - Semua elemen masyarakat diimbau untuk bersinergi dengan Aparat pemerintah dan keamanan...

MEMOonline.co.id, Bondowoso - Gita Cita Bahana Spasa adalah ekstrakurikuler drumband kebanggan SMP Negeri 1...

MEMOonline.co.id, Lumajang - Tim Cobra Polres Lumajang, benar-benar tak main-main dalam menangani kasus penipuan...

MEMOonline.co.id, Bekasi - Tambun Selatan - Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Perayaan Maulid...

Komentar