Akibat konsleting Listrik, Satu Rumah di Tajinan Malang ludes di lalap si jago merah

Foto: rumah warga yang terbakar
219
ad

MEMO.online.co.id, Malang - Warga Tambak Asri Tajinan dikejutkan dengan si jago merah yang melalap rumah Tri Sulistiani (38). Jumat  pukul 10.00 WIB.

Saat itu, warga yang menghuni rumah Perum Tambak Asri RT 08 RW 02, Kecamatan Tajinan, kaget begitu melihat asap dan kobaran api yang semakin membumbung tinggi ke angkasa.

Bahkan Kebakaran tersebut  langsung memicu respon dari Damkar Kabupaten Malang,yang segera menurunkan mobil Damkar ke lokasi kejadian.

Kasi Penanggulangan Kebakaran Bidang PPBK Satpol PP Kabupaten Malang, Agus “Ambon” Suyanto mengungkapkan, laporan terkait peristiwa kebakaran ini masuk ke Damkar Kabupaten Malang pukul 09.55 WIB. 

“Kami terima laporan sekitar pukul 10 pagi, dan langsung meluncur ke lokasi,” ujar Agus.

Setidaknya empat unit pemadam meluncur ke lokasi dengan kecepatan tinggi dari markas Damkar di Pendopo Kabupaten Malang Jalan Agus Salim. 

Setibanya di lokasi, petugas disambut dengan bangunan rumah yang mengeluarkan asap. Setelah mengulur selang, petugas langsung menyemprotkan air ke arah bangunan yang sudah terbakar ini.

Tidak membutuhkan waktu lama petugas Damkar menjinakkan si jago merah,hanya dalam hitungan menit api bisa di padamkan.

Untuk berjaga jaga Petugas standby sejenak di lokasi untuk memastikan tak ada lagi titik api baru yang muncul. 

Begitu menyelesaikan pemadaman dan pembasahan, petugas Damkar Kabupaten Malang kembali ke markas. 

Menurut keterangan saksi, api berawal dari alat elektronik di dalam rumah.

Dari keterangan para saksi yang ada di lokasi kejadian, api muncul dari sambungan arus listrik yang korslet. 

Api memercik ke barang mudah terbakar di dalam rumah, dan langsung merambat ke berbagai benda sebelum akhirnya menggosongkan rumah tersebut. 

Bagian atap rumah ambrol karena api membakar rangka atap.

Semua kaca jendela pecah. Perabotan seperti kursi, dipan dan benda-benda dari kayu, ikut menjadi abu. Agus menyebut, korban merugi cukup besar.

“Dari perhitungan sementara, korban disinyalir mengalami kerugian sekitar Rp 100 juta,” tambah Ambon.

Agus mengimbau masyarakat, untuk selalu hati-hati dalam menggunakan alat elektronik. 

Jika tidak sedang digunakan, maka sebaiknya alat elektronik ini dilepas dari sumber listrik demi mencegah komplikasi arus pendek yang mengakibatkan percikan api yang bisa mengakibatkan terjadinya kebakaran. (Dahlan/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id.Jember - Mengantisipasi dampak wabah virus Covid-19, Polres Jember melaksanakan Tactical Floor Game Sistem...

MEMOonline.co.id, Jember - Sebuah toko konveksi Distro Muslim Jember (DMJ) dilalap si jago...

MEMOonlune.co.id, Sumenep - Terbatasnya persedian APD yang dipakai para pejuang pencegahan penyebaran virus...

MEMOonline.co.id, Sumenep - Teka teki pingsannya Wakil Bupati (Wabup) Sumenep, Achmad...

MEMOonline.co.id, Malang - Ditengah minimnya alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis yang ada di...

Komentar