Terjebak Ancaman Pembunuhan Pria 40 Tahun,  Wanita 24 Tahun di Sumenep Tak Berdaya Ditindih di Tegalan Dimalam Buta

Foto: ilustraai google
2859
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Sial benar nasib Sri Wahyuni (24), warga Dusun Manjingan Desa Bullaan, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang menjadi korban pemerkosaan Madruna (40), warga Dusun Bennu, Desa Bullaan, Sabtu (7/9/2019) sekitar pukul 20.00 wib. 

Wanita 24 tahun dan sudah memiliki suami ini, ditindih ditengah ditengah oleh pria 40 tahun, yang masih tetangga dusunnya.

Akibatnya, nama baik Sri Wahyuni seketika tercoreng, lantaran kasusnya menjadi buah perbincangan masyarakat.

Sebagaimana informasi yang diterima media ini dari rilis Humas Polres Sumenep, peristiwa pemerkosaan itu bermula pada hari Sabtu tanggal 07 September 2019 sekira pukul 18.30 wib.

Saat itu Sri Wahyuni (korban red), di telpon oleh pelaku (Madruna) dengan maksud dan bertujuan ingin bertemu di tegalan milik H. Dullah, tak jauh dari rumah korban. Bahkan, apabila korban tidak  menuruti permintaannya,  maka korban dan suaminya, yakni Moh. Hamim, diancam akan dibunuh oleh pelaku.

Selanjutnya, karena korban ketakutan dengan ancaman pelaku, maka korban menerima permintaan pelaku untuk bertemu ditegalan/tempat yang telah dijanjikan.

"Selang berapa lama dari korban dan pelaku teleponan, Sri Wahyuni kemudian keluar rumah seorang diri untuk menemui Madruna," kata AKP Widiarti,Kasubag Humas Polres Sumenep, Minggu (8/9/2019).

Namun, sebelum korban menemui pelaku, didepan teras rumahnya korban ditegur oleh suaminya.

"Mau kemana SRI selanjutnya SRI menjawab " saya diancam mau dibunuh oleh Madruna, dan kalau tidak menemuinya di tegal milik H. Dulla," papar seraya menirukan percakan Sri dengan suaminya.

Setelah itu, Sri keluar rumah ke arah barat, menuju tegal H. Dullah yang jaraknya sekitar 1km dari rumahnya.

Mendengar istrinya mau ketemu lelaki ditegalan dimalam buta, Moh. Hamim, berusaha membuntuti Sri dari belakang.

"Namun ditengah perjalanan, suami korban kehilangan jejak. Sehingga ia menelpon Kadus Manjingan Mohtar dan saudara iparnya yang bernama Subaidi, untuk mencari istrinya yang dimalam buta. Tapi tidak membuahkan hasil, kemudian suami korban kemudia pulang ke rumah," terangnya.

Sementara Sri yang pergi dari rumah bak orang kesetanan, tiba ditegal milik H. Dullah, setelah 30 menit berjalan kaki.

Dan setibanya Sri ditegala milik H. Dullah, Madruna sudah menunggu dengan clurit terhunus  ditangan kanan.

Selanjutnya, pelaku mengajak korban  berjalan ke arah barat menuju tegal milik H. Juhari, yang berjarak sekitar 500 meter.

Sementara Sri yang ketakutan diancam akan dibunuh, bak kerbau dicucuk hidungnya mengikuti ajakan pelaku.

"Dan setelah sampai di tegal H. Juhari, tangan Sri dipegang dan badanya disekap oleh Madruna.

"Saat itu Sri meronta dan melawan, namun tenaganya kalah kuat, sehingga tubuhnya dijatuhkan ke tanah oleh pelaku. Tubuh Sri kemudian ditindih dan mulut di sekap dengan menggunakan tangan pelaku. Sedangkan tangan satunya pelaku membuka sarung dan celana dalam korban. Dan terjadilah hubungan suami istri ditengah tegalan," paparnya lagi.

Setelah lima menit usai berhubungan badan,  Madruna kemudian berdiri, dan Sri pun ikut berdiri seraya mengambil celana dalamnya, kemudian berlari pulang ke rumahnya.

Dan sesampainya di rumah, Sri  melaporkan peristiwa yang menimpanya kepada suaminya.

Setelah itu, sekitar pukul 20.00 wib keluarga besar Moh. Hamim yang mendengar berita tersebut, berusaha mencari keberadaan Madruna.

Dan benar saja, Madruna dikabarkan berada di rumahnya Rusdi alamat Dusun Bennu ds Bullaan 

Setelah itu, Rum, alamat Dusun Sobi, Desa Sergang, Kec Batuputih yang tak lain paman Moh. Hamim suami Sri, dan Yahyak alamat Dusun Gunung Barat, Desa Sergang, yang masih sepupu Moh. Hamim, mendatangi rumah Rusdi, untuk membawa Madruna ke rumah kadus Manjingan untuk dilakukan klarifikasi kejadian tersebut.

Namun Madruna berusaha melarikan diri setelah melihat warga banyak berdatangan

"Sesampainya dirumah Kadus Manjingan, Madruna langsung diinterogasi oleh Kepala Dusun. Tapi Madruna  mengelak perbuatannya sehingga membuat warga marah, dan terjadilah pemukulan, oleh masyarakat yg sedang berkumpul di rumah Kadus Manjingan," terang Widi.

Beruntung peristiwa pemukulan atau amuk massa tidak berlangsung lama, sebab team resmob dan polsek Batuputih yang dipimpin kapolsek IPTU Sunarto tiba dilokasi dan mengamankan Madruna, serta menenangkan massa agar tidak main hakim sendiri.

"Setelah itu, team Resmob beserta anggota Polsek Batuputih membawa Madruna ke RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep untuk dilakukan perawatan medis. Karena akibat massa, Madruna mengalami luka robek di bagian kepala kl 5 cm. Dan saat ini pelaku pemerkosaan masih di rumah sakit," pungkasnya. (Rawi/diens).


 

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Sumenep - Warga Dusun Makalah, Desa Padangdangan, Kecamatan...

MEMOonline.co.id, Jember – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Jember,...

MEMOonline.co.id, Bekasi - Cikarang Pusat - Dihadapan para Kepala Perangkat Daerah, Camat dan Staf Ahli di lingkungan Pemerintah Kabupaten...

MEMOonline.co.id, Sumenep - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur kembali melakukan penyegadan sejumlah jajaran Kepolisian...

MEMOonline.co.id, Sampang - Pimpinan definitif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten...

Komentar