DDI Tidak Pernah Mundur Hanya Stagnan

Foto: Saddang Bakri / Ketua Kaderisasi Nasional Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa DDI.
82
ad

 

                                   Oleh: Saddang Bakri

MEMOonline.co.id, Jakarta - Sebagai Organisasi yang besar, DDI telah melewati proses dan dinamika yang begitu panjang. Sejak era pra dan pasca kemerdekaan, reformasi hingga era globalisasi saat ini. 

Ia tumbuh dan berkembang dengan identitas dan karakternya sendiri. Tentunya ideologi dan cara2 yang di praktiktan Anregurutta KH Abd. Rahman Ambo Dalle menjadi alasan kuat sehingga menerima DDI begitu terbuka di masyarakat saat itu. 

Namun kini DDI membantu Babak baru, suatu kondisi yang agak rumit _ (rumit) _ dalam artian hambatan-mencapai keberhasilan-cita DDI menuju percepatan _Civil society_ tidak hanya datang dari intern akan tetapi juga bisa datang dari luar. 

Sebut saja ancaman Radikalisme, dan atau gerakan massaifif Ormas yang bermunculan pasca reformasi. 

Sependek-pendek yang mengajukan pertanyaan tentang pendiri DDI adalah Para tokoh alim ulama, jawab sebagai Seorang pendidik yang meminta pengajarannya dapat disebar luaskan. dan itu menjadi tugas dan tanggung jawab anak-anak ideologis DDI. 

Ada satu contoh yang mungkin bisa kita ambil darinya. Sebut Saja FC Nurnberg salah satu klub sepakbola tersukses di tanah Jerman dengan meraih 8 Trofi liga (sebelum memformat Bundesliga). 

Ia bahkan di Juluki _Der Club_ yang berarti Klub paling spesial di jerman. Namun kini Nurnberg hanya menjadi tim medioker yang hanya mampu membalik-balik dari kasta kedua ke kasta Utama di persepakbolaan Jerman. Apa yang membuat Nurnberg seperti itu? 

Apakah Manajer Klub salah dalam meracik strategi? 

Sementara Gaya bermainnya sama saat menjuarai 8 musim sebelumnya. Nurnberg sendiri punya Filosofi bermain "Lambat tapi pasti" sedangkan Klub-klub Bundesliga yang lain terus melakukan inovasi sehingga gaya permainan yang diperagakan Cepat dan tepat yang bertumpu pada kecepatan dan kekuatan. 

Sementara Nurnberg masih bertahan dengan filosofi bermain lamban sehingga terlempar dari persaingan. 

Lainnya, Juventus, Sang Jawara Italia Ini hanya tentang skandal Kasus Calciopoli (Pengaturan Skor) yang mempertimbangkan sejarah terkelam dalam sepakbola Italia bahkan Dunia. 

Bermain di kasta kedua tentu saja bukan hal yang menyenangkan bagi klub raksasa turin, sebelum saat di tinggal beberapa pemain bintangnya, 

Namun beberapa punggawa yang lain memilih untuk tetap tinggal sementara menawarkan yang menggiurkan datang silih berganti, padahal saat ini lebih sekarang Klub sepakbola lebih suka Perusahaan Kapitalis murni dibandingkan _Sport Hiburan_beberapa pemain ini terbukti menyukai Loyalitas dewa godaan kejayaan. 

Yang menjadi pesan terpenting adalah, DDI ini merupakan warisan dan merupakan aset bukan hanya untuk bangsa tetapi juga menjadi aset peradaban Umat manusia, yang mesti kita jaga bersama. 

Intrik atau perbedaan pandangan adalah suatu kelaziman, siapa yang tidak boleh menjadi perintang kemajuan organisasi. 

Secara khusus penulis ingin mengundang generasi muda DDI untuk bangkit, saling bahu membahu melanjutkan apa yg diwariskan untuk kita. Karna Investasi terbesar dan Nasib DDI dimasa-masa yang akan datang ada di tangan anak2 Muda DDI. 

Itulah rangkaian hasil bincang-bincang imaginer antara si Baco dan Labeddu, sambil menikmati seduhan Teh plus pisang goreng yang di suguhkan oleh Ibu Ros, pemilik kantin di belakang Pesantren. 

Sebelum bubar, labeddu pun meminta yang terbesar. Sambil menghela nafas dalam-dalam, Labaco pun menjawab bahwa ia ingin hidup berlama-lama ia menerima enggan untuk pulang, ia senang malu harus bertemu dengan para gurunya sebelum ia bisa berkonstribusi lebih untuk DDI. 

"DDI tidak pernah mundur, namun stagnan dalan kompetisi yang kompetitif adalah kemunduran," pungkasnya. (*)

Parepare 31 Juli 2019

Catatan: Saddang Bakri / Ketua Kaderisasi Nasional Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa DDI.

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Bekasi - Cikarang Pusat - Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, berharap diperayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik...

MEMOonline.co.id, Jakarta - Untuk memperingati HUT RI ke 74, beragam perlombaan digelar Polsek Kalideres  bersama para pengungsi...

MEMOonline.co.id, Kota Batu - Pemerintah Kota Batu menggelar upacara bendera detik - detik Proklamasi untuk memperingati HUT...

MEMOonline.co.id, Sidoarjo - Perjuangan menjadikan peringatan HUT Ke-74 Kemerdekaan RI sebagai momentum kebangkitan Indonesia...

MEMOonline.co.id, Lumajang - Sedikitnya 368 Napi (Nara Pidana), Lembaga Pemasyarakatan kelas II B...

Komentar