Terbuai Bujuk Rayu Tetangganya, Gadis 17 Tahun di Sumenep Hamil  Diluar Nikah

Foto: tersangka pemerkosaan anak bawah umur
1485
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Apes bagi Bunga (17) bukan nama sebenarnya, yang menjadi korban pemerkosaan Muhdar (23), warga Dsn. Kauman, Desa Pinggir papas, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Pasalnya, akibat perbuatan  bejat pria se desanya, perut membengkak akibat janin yang dikandungnya.

Sementara Muhdar, pria yang sebelumnya berjanji akan menimahinya jika Bunga hamil, malah lepas tanggung jawab.

Alhasil pihak keluarga korban melaporkan perbuatan bejat pelaku, kepada aparat kepolisian setempat.

Dan atas dasar laporan  dengan bukti lapor LP/ 309/XI/2019/Jatim/Res Sumenep.Tgl.  19 November 2018. Dengan nama pelapor Syaifuddin (50) warga Dusun Ageng RT.05 / RW 03 Desa Pinggir papas kecamatan Kalianget, unit PPA diback up unit Resmob sat Reskrim Polres telah berhasil mengamankan pelaku pemerkosaan anak dibawah umur, Jumat  (10/5/2019) sekitar  pukul 19.30 wib  

"Pelaku kami tangkap atas dasar laporan SYAIFUDDIN (keluarga korban red) dengan bukti lapor LP/ 309/XI/2019/Jatim/Res Sumenep.Tgl.  19 November 2018," kata AKP Widiastutik, Kasubag Humas Polres Sumenep, Sabtu (11/5/2019).

Menurutnya, peristiwa asusila tersebut terjadi pada bulan Januari 2018 sekira 13.00 wib.

Saat itu terlapor MUHDAR ,  menelpon korban Bunga, dan mengajak ketemuan dengan terlapor didalam rumah milik PANDI, di Dusun  Ageng, Desa Pinggir papas, Kecamatan Kalianget.

"Setelah ketemu, terlapor kemudian mengajak korban melakukan hubungan badan, dan diiming-imingi akan dinikahi/bertanggungjawab.  Waktu itu korban sempat menolak, akan tetapi terlapor terus memaksa, hingga akhirnya pasrah," papar Widi,

Namun, setelah terlapor mencicipi mahkota Bunga, ia metasa ketagihan dan mengulangi hubungan intim dengan Bunga, hingga lima kali.

Lalu, pada hari Rabu tanggal 14 november 2018 korban Bunga mengaku sudah hamil dan memberitahukannya pada terlapor.

Namun terlapor tampaknya ingkar janji dan tidak mau mengakui jika bayi dalam perut Bunga, adalah hasil perbuatannya.

Selanjutnya karena terlapor tidak mau mempertanggung jawabkan perbuatannya kemudian melaporkan ke kantor Polisi Polres Sumenep untuk diproses secara hukum.

"Dalam proses penyidikan bhw berdasarkan hasil test DNA dinyatakan anak yang dilahirkan oleh korban adalah anak biologis dari korban dan terlapor," paparnya.

Atas perbuatannya, terlapor akan dijerat 
Pasal 81 ayat 2, 82 ayat 1 UU RI NO 17 Tahun 2016, tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman hukuman penjara minimal 15 tahun. (Rawi/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Sumenep - Demi mempermudah akses informasi seputar penataan ruang dan informasi peruntukan lahan, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan...

MEMOonline.co.id, Jakarta - Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pemilu Legislatif (Pileg) 2019, untuk pertama kalinya digelar serentak tahun...

MEMOonline.co.id, Sumenep – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali menangkap tiga orang tersangka yang...

MEMOonline.co.id, Jember - Setelah mendapat bantuan bedah rumah dari pemerintah, seorang nenek renta sebut saja Bu...

MEMOonline.co.id, Sumenep - Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, membekuk salah seorang...

Komentar