Futuwwah: Kesatriaan Spiritual Bagi Pemuda Yang Berintegritas

Foto: Maliatuz Zahroh (kiri) dan Evadatus Sa'adah (kanan) Tim Redaksi MEMO online
162
ad

                                                            Oleh: Evadatus Sa’adah

MEMOonline.co.id - Perkembangan zaman, modernisasi dan arus globalisasi memang telah banyak memberikan pengaruh positif dan membantu memajukan peradaban bangsa.

Menghadirkan berbagai perubahan baru, tekhnologi terbaru dan berbagai hal baru lainnya.

Namun di sisi lain kemajuan ini juga telah banyak menimbulkan sifat sombong seseorang yang sudah sepenuhnya menguasai dunia yang sudah modern ini.

Mayoritas anak muda sekarang memprioritaskan akan keadaan ekonomi orang tuanya sebagai modal hidup bergaya, dan juga mengandalkan uang sabagai jaminan untuk hidupnya lebih nyaman.

Berbeda lagi jika dihadapkan dengan yang namanya perempuan, kebanyakan para kaum adam mengandalkan modal fisik dan kondisi perekonomiannya, untuk bisa mendapatkan kaum hawa yang ia inginkan.

Dan mirisnya, mereka tidak pernah berkeinginan untuk mengandalkan kepintaran atau ketawaduan.

Pemuda zaman sekarang mencari pasangan itu hanya untuk membuat mereka bersenang-senang semata.

Sedangkan untuk melanjutkan ke jenjang yang halal, mereka merasa kesulitan.

Sebab, kebanyakan dari mereka (kaum Adam red) hanya ingin  memilki pasangan sesaat dimasa mudanya.

Berbeda dengan type pemuda yang dipaparkan dalam ilmu tasawuf. Dalam ilmu tasawuf pemuda itu diistilahkan dengan Futuwah (bhs arab red), yang artinya Kesatriaan spiritual.

Sedang arti menurut ilmu tasawuf, futuwwah dikmaknai sebagai pemuda yang melakukan aturan tingkah laku terpuji yang mengikuti teladan nabi, wali, orang-orang bijak, serta para sahabat dan kekasih Allah.

Futuwah dalam bahasa arab berasal dari kata ‘Fata’ yang secara harfiah berarti Pemuda yang tampan (akhlaqnya) dan gagah berani (dalam menegakkan kebenaran dan keadilan).

Kata Fata, uniknya, baik dalam bentuk tunggal ataupun jamak (fityah) hanya tersebut dalam Al-Qur’an untuk menunjukkan anak muda yang berperilaku baik.

Dalam Alquran yang di sebut alfata, Nabi Ibrahim dalam surat Al Anbiya ayat 60, kemudian para pemuda penghuni gua surat Al Kahfi 10-13, juga murid Nabi Musa (Yusya bin Nun) di dalam surat Al Kahfi ayat 60 dipanggil al-fata atau al-fityah.

Seharusnya dalam menghadapi dunia yang sudah tidak karuan ini dibutuhkan pemuda yang dijelaskan dalam ilmu tasawuf tadi.

Memiliki sifat futuwwah berarti dihiasi oleh sifat keberanian, syajaah dan kedermawanan yang berhubungan dengan kekesatriaan yang bergerak menuju jenjang makna yang paling tinggi dari alam tindakan lahiriah menuju alam kehidupan spiritual, tetapi tanpa menafikan dunia tindakan lahiriah.

Karena itu, mengapa dalam ilmu tasawuf disebut sebagai “kekesatriaan spiritual”  karena, lebih menonjolkan konsep dasar Islam ini daripada segala ekspresi lainnya. (*)

Catatan: Evadatus Sa’adah adalah Lulusan INSTIKA Guluk-Guluk 2018, dengan program studi Akhlak Tasawuf (S1 AT). Dan sekarang ‘Eva’ sapaan akrabnya sudah tergabung di Tim Redaksi MEMOonline.co.id

 

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Sumenep - Demi mempermudah akses informasi seputar penataan ruang dan informasi peruntukan lahan, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan...

MEMOonline.co.id, Jakarta - Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pemilu Legislatif (Pileg) 2019, untuk pertama kalinya digelar serentak tahun...

MEMOonline.co.id, Sumenep – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali menangkap tiga orang tersangka yang...

MEMOonline.co.id, Jember - Setelah mendapat bantuan bedah rumah dari pemerintah, seorang nenek renta sebut saja Bu...

MEMOonline.co.id, Sumenep - Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, membekuk salah seorang...

Komentar