Prihatin Jalan Rusak, Puluhan Guru di Sampang Geruduk Kantor Kecamatan Robatal

Foto: Puluhan guru di sampang saat dikantor kecamatan Robatal
412
ad

MEMOonline.co.id, Sampang – Gara-gara jalan poros desa yang ada di Dusun Melko’ Barat, Desa Bapelle, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, tak tersentuh perbaikan pemerintah, puluhan guru yang setiap melewati jalan tersebut, menggeruduk kantor kecamatan setempat, jumat (22/2/2019).

Pasalnya, jalan poros Desa Bapelle yang menghubungkan ke Desa Robatal, sudah lama tidak pernah tersentuh program pembangunan, baik pemerintah daerah maupun pemerintah desa.

Oleh karenanya puluhan guru yang mengataskan masyarakat tersebut mendatangi kantor Kecamatan Robatal, dan meminta jalan rusak tersebut segera tertangani dengan baik.

Darul, perwakilan guru menyampaikan jika kedatangan puluhan guru dari berbagai daerah, ada yang dari kota Sampang juga ada yang dari pamekasan ini, dalam rangka memfasilitasi perbaikan jalan rusak itu ke pihak Kecamatan Robatal, agar jalan rusak yang mereka lalui selama segera diperbaiki.

Bahkan para guru ini sempat swadaya untuk perbaikan jalan, agar tidak sampai memakan korban lebih banyak. Sebab, akibat jalan rusak itu, puluhan  korban berjatuhan, bahkan ada salah satu korban hingga kandungannya keguguran .

"Puluhan tahun jalannya rusak parah, banyak korban berjatuhan hingga ada yang kandungannya keguguran," jelasnya.

Aksi guru ini terdiri dari beberapa guru di bawah naungan Yayasan pendidikan yang ada di Desa setempat, seperti Yayasan Nurut tauhid dan Yayasan Nurul Ulum yang masuk Desa Robatal.

"Kami prihatin dengan kondisi jalan itu, meskipun gaji kami hanya 300 ribu rupiah perbulan, kami tetap berusaha bersama guru lainnya untuk sumbangan," jelas Darul penuh harap kepada pemerintah terkait.

Ditempat yang sama, Camat Robatal H. Kiyatno, SE. MM menyampaikan, terkait jalan yang rusak seperti yang dikeluhkan tadi, kami harus memastikan dulu itu jalan poros atau jalan lingkungan.

Kalau itu jalan poros, itu nanti kami akan koordinasi dengan pihak Pemerintah Daerah (Pemda), tapi kalau itu masuk jalan lingkungan, maka kami koordinasi dengan Kepala Desa setempat.

"Kita lihat aja nanti, kami perlu turun kebawah untuk memastikan apakah itu masuk jalan poros atau jalan lingkungan," jelasnya.

Camat menambahkan, dalam Munrenbangcam kemaren itu tidak masuk, toh nanti kalau itu masuk jalan poros kami akan masukkan untuk diusulkan ke Musrenbangcam kemarin, kalau tidak ya kami harus koordinasi dengan Kepala Desa setempat.

"Saya kasihan kepada guru guru itu mas,  apalagi tadi banyak guru perempuan, semoga nantinya menemukan solusi terbaik demi masyarakat sekitar," jelas Kiyatno dengan penuh harap. (Fathur/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Jakarta - Istri cawapres Sandiaga Uno, Nur Asia Uno, menanggapi santai mendengar sang suami dilamar seorang mahasiswi saat...

MEMOonline.co.id, Sumenep - Ratusan Santri dan Alumni Pesantren se-Madura menggelar bakti sosial (Baksos). Acara itu dilaksanakan usai acara...

MEMOonline.co.id, Sumenep - Kiai muda dan Alumni Pesantren se-Madura menggelar deklarasi dukungan terhadap pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden...

MEMOonline.co.id, Makassat – Motif melompatnya dua gadis belia, yakni Wahyuni (21), dan Sarah (16), dari lantai 3 Home Stay B17, Makassar, yang...

MEMOonline.co.id, Surabaya - Tak dapat dipungkiri, ternyata keberadaan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104 di Jawa...

Komentar