Komisi III DPR Setujui Anggaran Pembebasan Lahan Bandara Trunojoyo Sumenep Rp 64 M

Foto: Bandara Trunojoyo Sumenep
2475
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menyiapkan anggaran sebesar Rp 64 miliar untuk pembebasan lahan seluas 25 hektar.

Anggaran miliaran itu diperuntukan pembebasan lahan, dalam rangka , pengembangan Bandar Udara (Bandara) Trunojoyo.

"Itu dianggarkan di APBD Perubahan 2018," kata Moh Ramzi, Anggota Komisi III DPRD Sumenep.

Menurutnya, anggaran tersebut saat ini sudah disetujui oleh Komisi III DPRD Sumenep yang merupakan mitra kerja Dinas Perhubungan. Sehingga, bila tidak aral merintang, dapat dipastikan pembebasan lahan bisa tahun ini.

Bandara Trunojoyo merupakan bandara kelas III dengan panjang landasan pacu (runway) 1.600 meter dan lebar 30 meter. Nantinya, landasan pacu akan diperpanjang hingga 2.250 meter dan lebar 40 meter.

Politisi Hanura asal Kecamatan Pragaan itu meminta Dishub untuk segera menyiapkan semua teknis yang berkaitan dengan pembebasan lahan. Pihaknya tidak menginginkan anggaran tersebut tidak tidak terserap.

"Waktunya sangat pendek beberapa bulan lagi sudah memasuki tahun anggaran baru. Makanya semuanya harus benar-benar dipersiapkan secara matang, sehingga saat pembebasan lahan hingga pembangunan berjalan lancar," tegasnya.

Pulau madura terdiri dari empat kabupaten, yakni Kabupaten Bangkalan yang berada di ujung barat, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sumenep yang berada di ujung timur Pulau Madura.

Saat ini terdapat satu maskapai yang melayani penerbangan komersial, yakni maskapai Wing Air yang membuka rute penerbangan Sumenep-Surabaya dan sebaliknya. Anak usaha Lion Air itu melayani penerbangan 2 kali sehari sejak akhir September 2017 dengan jenis pesawat sejenis ATR-72.

Selain itu juga terdapat beberapa sekolah penerbang yang memanfaatkan Bandara Trunojoyo sebagai lokasi latih terbang pesawat bagi siswanya. Sebelumnya maskapai Susi Air dan Air Fast juga melayani penerbangan Sumenep-Surabaya.

Kepala Dishub belum bisa dimintai keterangan. Saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya tidak merespon meski nada sambungnya terdengar aktif.

Demikian pula Kepala Dinas Sarana dan Prasarana, Dishub Sumenep Agus Sutiono belum bisa memberikan keterangan. "Ke Pak Kadis (kepala dinas) saja," katanya saat dihubungi media ini, melalui sambungan telepon selulernya.  (Ita/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Pamekasan - Harga Cabai Rawit di Pasar tradisional Kolpajung Pamekasan mengalami...

MEMOonline.co.id. Pamekasan - Belakangan ini masyarakat tengah dihebohkan dengan isu begal di perbatasan Desa Sopa'ah dan Desa...

MEMOonline.co.id. Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., berpesan kepada para...

MEMOonline.co.id. Pamekasan - Wakil Bupati Pamekasan, Fattah Jasin melepas kontingen Komite Olahraga Rekreasi...

MEMOonline.co.id. Jember - Muspika Pakusari bersama Dinas peternakan melakukan peninjauan ke sejumlah pemilik hewan ternak di beberapa titik...

Komentar