Lestarikan Budaya Tradisional, Pemkab Sumenep Kembali Gelar Festival Tan Pangantanan Dhe’ Nondhe’ Ni’ Nang

Foto: Festival Tan Pangantanan Dhe’ Nondhe’ Ni’ Nang, Kabupaten Sumenep, Sabtu, 25 Mei 2024.
1087
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep- Sudah menjadi agenda tahunan dalam rangka melestarikan salah satu kebudayaan yang dimiliki Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu, (25 Mei 2024), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kembali menggelar Festival Tan Pangantanan Dhe’ Nondhe’ Ni’ Nang.

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang digelar di Pantai Lombang, Kecamatan Batang-batang, Festival Tan Pangantanan Dhe’ Nondhe’ Ni’ Nang tahun ini digelar di pusat Kota Sumenep, yakni dimulai dari depan Rumah Dinas Bupati Sumenep dan berakhir atau garis finish di depan Labang Mesem Keraton Sumenep.

Festival Tan Pangantanan Dhe’ Nondhe’ Ni’ Nang ini diikuti oleh peserta didik yang duduk di bangku TK (Taman Kanak-kanak) sederajat dan SD (Sekolah Dasar) sederajat. Tak kalah menarik, puluhan pasangan manten cilik (tan pangantanan) ini juga menyuguhkan pemandangan yang lucu dan cantik dengan balutan baju pengantin yang dikenakannya.

Wakil Bupati Sumenep, Dewi Khalifah yang hadir sekaligus membuka Festival Tan Pangantanan dalam sambutannya mengatakan, melalui kegiatan tersebut, Pemkab Sumenep akan terus berusaha merawat warisan leluhur karena di dalamnya mengandung nilai edukasi dan harus dikenalkan sejak dini kepada para generasi mendatang, khususnya bagi anak-anak di Kabupaten Sumenep.

"Tan Pangantanan ini merupakan tradisi dan budaya Kabupaten Sumenep yang perlu dilestarikan yang diprediksi sudah ada sejak tahun 1574. Dulu kita mengenal dengan acara Dhe' Nondhe' Ni' Nang," kata Wabup Sumenep, Sabtu (25/05/2024) dalam sambutannya.

Menurutnya, melalui festival yang digelar ini menjadi upaya dalam merawat dan mengenalkan kepada generasi bangsa agar dapat mencintai kebudayaan lokal dan tidak tergerus oleh kebudayaan luar dan berpotensi menghilangkan nilai² kedaerahan.

Kemudian Nyai Eva sapaan akrab Wabup Sumenep itu juga mengatakan bahwa Festival Tan Pangantanan ini juga menjadi bagian dari Calender of Enevt Sumenep 2024 yang disusun oleh Pemkab Sumenep untuk mengenalkan pariwisata daerah sekaligus meningkatkan perekonomian.

"Mudah-mudahan ini juga bisa mengangkat produk perekonomian pelaku UMKM Kabupaten Sumenep," lanjutnya.

Penulis     :   Elok Andriani

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id- Khayalan untuk ikut perayaan 17 Agustus 2024 di Ibu Kota Nusantara (IKN) pun sempat membersit di ujung harapan dalam kondisi...

MEMOonline.co.id, Surabaya- Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali menjadi sorotan usai mengeluarkan fatwa yang menimbulkan kontroversi. Dalam...

MEMOonline.co.id, Malang- Pengasuh Pesantren Luhur Malang, Moh. Danial Farafish, S.H., S.Hum., M.Ag., atau akrab disapa Gus Danial ikut meramaikan...

MEMOonline.co.id, Lumajang- Sekolah Menengah Pertama Negeri 01 Sukodono Lumajang (SKODSA) menggelar haflah akhirussanah atau perayaan akhir tahun...

MEMOonline.co.id, Lumajang- Banyak kepala desa yang keluar saat prosesi serah terima SK perpanjangan masa jabatan, ternyata membuat Pj. Bupati...

Komentar