Pasca Kasus Penggerebekannya Viral Dengan Janda Imut, Rumah Tangga Direktur PD Sumeker Sumenep Kini Terancam Bubar

Foto: Ilustrasi pasangan selingkuh yang lagi viral
1795
ad

MEMOonline.co.id. Sumenep& Kasus penggerebekan Direktur PD Sumekar Sumenep dengan janda imut, di Desa Kolor, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, beberapa waktu lalu, sungguh akan berbuntut petaka besar bagi rumah tangga pak Direktur, yang diketahui sudah memiliki istri sah.

Sebab, paska kasus penggerebekan dengan si janda imut viral, istri pak Direktur dikabarkan sering uring - uringan dan selalu menuntut cerai dari suaminya.

Lebih memilukan lagi, istri pak Direktur dikabarkan sering mau kabur dari rumahnya, karena kemungkinan tak kuat dengan masalah yang sedang mendera rumah tangganya saat ini.

Karena kasus yang sedang menimpa suaminya, saat ini menjadi buah bibir di tengah - tengah masyarakat.

Apalagi, kabar istri pak Direktur tersebut merupakan putra seorang tokoh (kiai red) yang dijadikan panutan masyarakat setempat.

Sehingga, saat kabar suaminya mencuat kepermukan, dia menjadi malu hingga putus asa.

Sementara si janda imut, saat ini dikabarkan sudah pulang kampung ke pulau Kangean, pasca berita kasus penggerebekannya dengan pak Direktur mencuat di sejumlah laman media.

Namun begitu, sampai saat ini kasus yang sedang mendera sejoli bukan muhrim tersebut, masih menjadi trending topik pemberitaan sejumlah media.

Karena, penanganan kasus yang sudah terlanjur viral ke seantero jagad oleh Tim Pembina BUMD Sumenep, terkesan hambar dan tidak ada kejelasan.

Mereka beralasan (Tim Pembina BUMD Sumenep red), sulit menghubungi yang bersangkutan, lantaran semua nomor kontak hand phonnya tidak aktif.

Bahkan kabar terakhir yang diterima media ini, Tim Pembina BUMD Kabupaten Sumenep berinisiatif mengutus orang ke rumahnya, untuk menemui langsung yang bersangkutan.

Sebab pemanggilan yang dilakukan Tim melalui surat ke kantor tempat pak Direktur bekerja, hanya direspon stafnya saja.

Sehingga Tim berisiatif melakukan pemanggilan langgsung pak Direktur ke rumahnya melalui orang dan bukan melalui surat.

Namun hingga saat ini, inisiatif Tim untuk melakukan klarifikasi kepada pak Direktur terkait kasus yang sedang membelitnya, belum ada kejelasan kabar perkembangannya.

Sekedar untuk diketahui, kasus penggerebekan salah satu oknum Direktur BUMD di Sumenep, yakni Direktur PD Sumekar Sumenep, Madura, Jawa Timur, terjadi pada Jum'at (06/05/2022).

Saat itu, Direktur PD Sumekar digerebek sedang sekamar bersama janda imut oleh warga Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep.

Sementara, peristiwa penggerebekan tersebut bermula dari laporan salah satu warga kepada perangkat desa, jika ada pasangan bukan muhrim sedang sekamar di salah satu perumahan.

Mendapat laporan seperti itu, warga bersama perangkat desa, Babhinkamtibmas, mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan penggerebekan.

Selanjutnya, pasangan bukan muhrim tersebut diarak warga ke rumah Kepala Desa Kolor untuk dilakukan penanganan lebih lanjut serta introgasi.

Setelah itu, keduanya diminta menandatangani surat pernyataan bermaterai, yang isinya sebagai berikut:

1. Tidak akan mengulangi lagi tindakan perselingkuhan di lingkungan Jl. Adi Poday RT 002 RW 005 Desa Kolor.

2. Mengakui telah melakukan perselingkuhan selama dua bulan.

3. Siap untuk menikahi dan dinikahi paling lambat bulan Juni 2022.

4. Bersedia memberikan kompensasi perbaikan jalan rabat beton sepanjang ± 160 m²/ 100 sak setara semen.

Dalam surat pernyataan itu juga diterangkan bahwa apabila dikemudian hari tidak mentaati, mereka bersedia pindah tempat tinggal atau dilaporkan kepada pimpinan.

Penulis      :   Redaksi

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Isma

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

Komentar