Bridal Fashion Festival 2018 Digelar di Bekasi

Bupati: Pengantin Adat Bekasi harus Go International
817
ad

Memoonline.co.id, Bekasi - Cikarang Timur - Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Pariwisata menggelar Bridal Fashion Festival 2018 dalam rangka mengembangkan ekonomi kreatif serta menumbuhkan kecintaan terhadap ragam budaya pengantin adat di Kabupaten Bekasi.

Bertempat di Graha Pariwisata Komplek Stadion Wibawa Mukti Cikarang Timur acara ini dibuka secara resmi oleh Bupati Bekasi,  Neneng Hasanah Yasin yang didampingi oleh Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Sunandar bersama unsur pejabat Pemkab Bekasi lainnya.

Perhelatan Bridal Fashion Festival tahun 2018 yang diselenggarakan  mulai tanggal 6 - 8 April 2018 oleh  Dinas  Pariwisata Kabupaten Bekasi ini mendapat apresiasi dari Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin.

Bupati menyampaikan rasa kagumnya dikarenakan event yang pertama kalinya dilaksanakan di Kabupaten Bekasi ini mendapat perhatian yang cukup besar dari masyarakat serta dikemas secara baik oleh penyelenggara.

Ditambahkan,  bahwa pakaian pengantin adat khususnya yang berasal dari Kabupaten Bekasi ternyata sangat memukau dan memiliki ciri khas tersendiri dari pakaian pengantin adat daerah lainnya.

"Hari ini ada juga penjelasan langsung mengenai budaya pengantin asli Kabupaten Bekasi.  Sepintas kita berfikir bahwa Bekasi adalah Betawi (sama dengan Jakarta) tetapi disaat pengantin memakai tirai dan lain sebagainya ternyata berbeda,"ungkapnya.

Lebih lanjut Neneng menghimbau agar kiranya Pengantin Adat Kabupaten Bekasi ini harus terus dikembangkan dan diperkenalkan kepada khalayak luas sehingga nanti akan semakin dikenal dan bahkan go International.

Selain dari sisi ekonomi kreatif yang didapat, lanjut Neneng, semua tahu bahwa di jaman now ini banyak anak-anak sadar mengenai pentingnya Wedding Organizer (WO). Dan dengan adanya kegiatan ini, selain bisa menjadi pembelajaran khusus dari segi ekonominya, juga mengarahkan anak muda agar  menyukai WO.

"Sebetulnya, Pemerintah Kabupaten Bekasi punya beberapa program selain Bridal Fasion. Tentu kita ingin agar para entrepreneur muda Kabupaten Bekasi bisa lebih maju," jelasnya.

Zaman boleh berkembang, namun budaya tetap (tidak boleh berubah). Tahun lalu Pemerintah Kabupaten Bekasi sudah menganggarkan untuk pembuatan batik, support itu bukan hanya satu atau dua kali tetapi banyak sekali.

"Jadi sekarang Kabupaten Bekasi sudah punya pembatik asli asal Kabupaten Bekasi, jadi inilah yang mau dinaikan keberadaanya. Kedepan diharapkan sudah begitu masif untuk menggarap produksinya  agar anak-anak atau siapa pun tidak lagi menggunakan batik dari luar daerah seperti Cirebon, Pekalongan, Jogja dan lainnya,"pungkasnya. (Bam/ Diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Jember - Lanjut usia (lansia) ini hidup sebatang kara. Ia nelangsa, selama pandemi COVID-19 belum pernah menerima bantuan...

MEMOonline.co.id. Pamekasan - Komandan Korem (Danrem) 084 Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Widjanarko, berikan pengarahan kepada prajurit Kodim 0826...

MEMOonline.co.id. Pamekasan - Forkopimka Kecamatan Pademawu bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) sosialisasikan Penyakit Mulut...

MEMOonline.co.id. Sumenep - Kekosongan salah satu kursi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah...

MEMOonline.co.id. Jember - Seorang pemuda EFD (30), warga Dusun Krajan, Desa Karang Kedawung, Kecamatan...

Komentar