Muspika Pakusari Salurkan Bansos, Misyani: Alhamdulillah, Kami Bisa Tidur Nyaman

Foto : Jajara Muspika bersama Bank BRI kota Jember serahkan bantuan kepada warga yang terdampak bencana anging puting beliung.
239
ad

MEMOonline.co.id, Jember  - Jajaran Muspika Pakusari mengunjungi warga yang terkena musibah rumah ambruk milik Misyani tepatnya di Dusun Kaliwing, Desa Subo dan Miskam, Sujak Toni yang berlokasi di Dusun Krajan, Desa Patemon, Jember, Senin (17/1/2022).

Misyani (45) salah seorang warga Desa Subo, merasa terharu dan bersyukur. Tempat tinggalnya yang nyaris ambruk mendapat bantuan secara swadaya. Rumah sangat sederhana, kini telah layak huni.

“Alhamdulillah, sekarang saya sama keluarga bisa tidur dengan nyaman, biasanya suka hariwang (khawatir) sewaktu - waktu bisa runtuh. Terima kasih buat pa camat, pa kades, sama semuanya yang sudah membantu,” ucap perempuan yang berprofesi serabutan itu sembari berkaca - kaca usai menerima bansos rumah barunya.

Selanjutnya, Muspika memberikan sejumlah bantuan berupa kalsibot, genteng, bambu, sesek, semen, pasir dan uang untuk membantu meringankan kerugian material.

"Mudah-mudahan bantuan ini manfaat dan kita semua dapat rejiki dari Allah Swt," ucap Camat Pakusari, R.Samsul Hidayat.

Untuk menangani itu sendiri, pihaknya telah melakukan bantuan berupa gotong royong, sukarela bersama jajaran Bank BRI Peduli Bencana Alam.

Diberitakan sebelumnya. Apes dialami Miayani (45) tahun warga Desa Subo, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Itu ambruk sekitar pukul 16-30 kemarin akibat disapu angin. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Bangunan yang sudah rapuh dan tua itu tak kuat menahan terpaan angin yang kencang. Rumah yang semua kontruksi pakai bambu itu pun langsung ambruk.

Diketahui, Misyani hidup di rumah tersebut bersama suami. Kini, keduanya harus mengungsi dan tidur dirumah saudara. Sebab, rumahnya rata dengan tanah.

Data yang dihimpun hari ini, puluhan warga bergotong royong ikut membersihkan puing-puing rumah Misyani bersama polisi dan TNI mereka mengangkat sejumlah materai bangunan yang tak bisa di pakai lagi. Jumat (24/12/2021).

Ia juga mengungkapkan, pihaknya tidak mampu memperbaiki sendiri karena memang kendala biaya. Sementara suaminya, bekerja sebagai buruh serabutan.

"Saya dengan suami kerja serabutan, dapat rejeki sekarang, buat makan sekarang, untuk besok cari rejeki lagi," kata misyani dengan nada sedih.

Dari segi perekonomian itulah yang menjadi alasan mendasar, misyani tidak memperbaiki tempat tinggalnya. Untuk kebutuhan sehari-hari saja masih kurang.

Namun ia tetap sabar dengan kondisi yang seperti sekarang banyak yang berdatangan.

"Alhamdulillah tadi dari kecamatan, Polsek, dan Desa hadir langsung, kami berharap beliau bisa bantu kami," Ucap Misyani.

Penulis      :   Zhainullah

Editor        :   Udiens

Publisher :   Dafa

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

Komentar