Berkat Cakee dan Kaldu Kokot, Kabupaten Sumenep Sukses Borong 5 Sertifikat WBTb Dari Pemerintah Pusat

Foto: Bupati Sumenep Ach. Fauzi saat menerima sertifikat dari Gubernur Jawa Timur
594
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep  - Berkat dua kuliner khas yakni cakee dan kaldu kokot, Bupati Sumenep Achmad Fauzi, menerima lima sertifikat Penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) tahun 2021 dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Sertifikat penetapan WBTb tahun 2021 itu diserahkan oleh Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati Fauzi di Hotel Mercure Malang, pada Jumat (09/12/2021) malam.

Sementara lima budaya takbenda yang mendapatkan sertifikat WBTb ialah Cakee, Kaldu Kokot, Musik Tong-Tong, Sintong, dan Topeng Dhalang.

Dengan didapatkannya sertifikat WBTb tersebut, Bupati berharap kebudayaan asli Kabupaten Sumenep bisa terus terjaga, tak sampai tergerus perubahan zaman.

Untuk itu, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian budaya warisan leluhur Sumenep dalam kehidupan sehari-hari sebagai suatu kebanggaan.

“Upaya melestarikan budaya warisan leluhur Sumenep ini bukan hanya tugas pemerintah daerah, tapi masyarakat juga perlu ikut serta untuk menghadapi berbagai kondisi perkembangan zaman," kata Bupati Fauzi, Sabtu.

Ke depan Pemkab Sumenep melaui pihak terkait akan terus melakukan pendataan budaya leluhur lainnya untuk kemudian didaftarkan agar juga mendapatkan sertifikasi penetapan warisan budaya Sumenep.

“Hal ini kami lakukan sebagai salah satu wujud pengawasan dan kepedulian Pemkab terhadap keberadaan budaya Sumenep," kata suami Nia Kurnia Fauzi, lebih lanjut.

Selain menerima lima sertifikat WBTb tahun 2021, dalam kesempatan tersebut Pemkab Sumenep juga mendapat penghargaan lain dari Gubenur Jawa Timur, yakni Museum Keraton Sumenep dinobatkan sebagai terbaik ketiga katagori Daya Tarik Wisata Budaya dalam even “East Java Tourism Award 2021".

“Penghargaan ini sebagai pelecut semangat bagi Pemkab Sumenep untuk terus mengembangkan daya tarik wisata sebagai instrumen pengerek perekonomian msyarakat Sumenep ke depan,” katanya, menambahkan.

Penulis      :   Satrio

Editor        :   Udiens

Publisher :   Isma

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Pamekasan - Harga Cabai Rawit di Pasar tradisional Kolpajung Pamekasan mengalami...

MEMOonline.co.id. Pamekasan - Belakangan ini masyarakat tengah dihebohkan dengan isu begal di perbatasan Desa Sopa'ah dan Desa...

MEMOonline.co.id. Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., berpesan kepada para...

MEMOonline.co.id. Pamekasan - Wakil Bupati Pamekasan, Fattah Jasin melepas kontingen Komite Olahraga Rekreasi...

MEMOonline.co.id. Jember - Muspika Pakusari bersama Dinas peternakan melakukan peninjauan ke sejumlah pemilik hewan ternak di beberapa titik...

Komentar